“Emir kamu nggak perlu ngelakuin ini.” Ucap Lastri karena Emir memindahkan Ibunya ke ruangan kelas VVIP.
“Ruangan ini lebih nyaman, jadi apa salahnya,” sahut Emir sambil mengangkat kedua bahunya.
“Lagi pula kita bisa beristirahat di sini sembari menjaga ibumu.”
“Sekali lagi aku berhutang sama kamu,” ucap Lastri.
“Apa aku harus membuka bungkus kado lagi?” sambung Lastri.
“Ha-ha-ha. Masalah buka-bukaan kita pikirin nanti saja Lastri.”
“Aku hanya membukakan kado untukmu bukan buka yang lain!” sahut Lastri.
“Oh Ya?”
Emir mulai mendekati Lastri dengan tatapan tajam serta pesonanya yang membius, bahunya yang berotot itu menyentuh lembut bahu kecil Lastri.
Wangi semerbak parfum maskulin Emir begitu membuai indra penciuman.
Lastri mulai menatap ke arah Emir, jari jemari Emir mulai bergerak meraba apa yang ada di hadapannya.
“Buka!”
“Kamu punya tangan, kenapa nggak kamu buka sendiri!” sahut Lastri.
“Ayolah!” eluh Emir.
Emir menghirup lembut wangi manisnya dan terus memaksa Lastri untuk membukanya.
“Ayolah Lastri. Kamu mau aku hanya menatapnya saja tanpa memakannya,” ucap Emir.
“Kamu gerogoti saja kalau gitu.”
“Lagian ngapain malam-malam beli mangga. Aneh banget udah kaya orang ngidam aja mana nggak ada pisau buat mengupasnya.”
“Ya sudah kalau gitu aku pinjam pisau dulu.”
Emir keluar ruangan dan menanyai perawat yang berjaga.
“Suster ada pisau nggak? Buat ngupas mangga.”
“Ada. Tunggu saya ambilkan.”
“Asikk akhirnya bisa makan juga,” ucap Emir girang.
Emir pun kembali dan memberikan pisau itu kepada Lastri. Mau tidak mau Lastri harus menuruti keinginan Emir.
Saat Lastri dan Emir tengah sibuk dengan buah mangga, aktivitas mereka tiba-tiba terhenti karena melihat tiang untuk menggantung infus bergeser dengan sendirinya.
Mereka berdua terdiam seketika, karena penasaran Emir memeriksanya tapi ia tidak menemukan apa pun. Emir sampai mencari ke bawah ranjang pasien namun tidak ada apa pun bahkan seekor nyamuk pun tidak terlihat ada di ruangan itu.
“Apa di ruangan ini ada hantu?” t…
Ritual Bunga Kantil
Mimpi buruk
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments
Santi Rizal
kok JD serem iihh
2024-07-16
0
Putri Minwa
Widih Lastri melihat apa tuh
2022-11-29
0
Alfiyati Al-Ikhlas
berhentilah lastri, sebelum ibumu jadi tumbal
2022-11-16
0