"Beri aku satu ciuman lagi, maka aku akan pergi."
Lisa yang mendengar hal itu langsung menghembuskan napasnya berat. Mengusap permukaan wajahnya frustasi sebelum menjawab lesu.
"Huft, kenapa kau jadi manja dan susah diatur begini, sih?"
Damian hanya tercengir lebar, tak berniat sama sekali untuk membalas. Sedangkan Lisa, pikiran gadis itu makin kacau saja saat mendengar ketukan pintu dari Stevy yang makin lama semakin tak sabaran.
"Lis, kenapa belum dibuka. Kau baik-baik saja, kan?" teriak sang Ibu tiri dari luar.
Lisa makin tak karuan saja. Segera gadis itu berpikir keras, lantas menarik lengan Damian paksa untuk beranjak dari ranjang.
Ditariknya pergelangan tangan pria itu sekuat tenaga ke arah pintu balkon yang terbuka. Ya, Lisa berencana untuk mengusir Damian dari sana. Karena kemungkinan untuk menyembunyikan pria itu sangatlah kecil, Stevy pasti akan dengan mudah menemukan Damian dan itu terlalu berisiko bagi Lisa.
"Kau mau membawaku ke mana?" tanya Damian.
Pria itu tak menolak dan mengikuti saja langkah kaki Lisa yang pendek. Meskipun begitu, Damian tahu dengan jelas apa yang akan matenya itu lakukan padanya.
"Diam saja dan ikuti aku!" sentak Lisa yang langsung dibalas anggukan kepala Damian.
Fyi, pria itu benar-benar berubah layaknya seorang anak kecil. Lucunya lagi, Damian tidak menyadari perubahan besar sikapnya. Dia seperti menjadi dua karakter yang berbeda jika berada di dekat Lisa.
Tentu saja, hal ini tak luput dari perhatian Zhask. Wolf itu bahkan menertawakan tingkah konyol Damian hingga memenuhi isi kepala.
'Oh, astaga! Mateku benar-benar sudah membuatmu terhipnotis, Dam. Kekekeke ...'
Mengernyitkan sebelah alisnya, Damian langsung mengoreksi. 'Dia mateku, camkan itu.'
'Oke-oke, dia milik kita.'
Barulah kepala Damian mengangguk setuju. Pria itu lantas memutuskan mindliknya dengan Zhask saat melihat matenya itu tiba-tiba membalikkan tubuhnya kemudian mencium bibirnya dengan cepat.
"Sudah, kau boleh pergi!" ujar Lisa.
Damian masih terdiam mema…
My Little Luna
Tanda Merah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 41 Episodes
Comments