Simon duduk di kursi kerjanya yang keras, dikelilingi oleh tumpukan dokumen dan layar komputer yang menampilkan grafik dan angka yang tak berujung.
Ponselnya bergetar tanpa henti, setiap notifikasi adalah pengingat akan tanggung jawab yang tak pernah berakhir.
Dia mengabaikan sebagian besar dari mereka, fokusnya terpecah antara tugas-tugas yang menuntut perhatiannya.
Namun, di antara deretan ikon dan pratinjau pesan, satu notifikasi menonjol—pesan dari Hazel. Dengan jari yang berat, Simon membuka pesannya, kata-kata Hazel terpampang jelas di layar.
Dia membacanya, sekali, dua kali, setiap kata menyerap ke dalam kesadarannya, membangkitkan perasaan yang telah dia kubur dalam-dalam.
Hazel benar. Simon merasa seperti pengecut. Dia telah lari dari sesuatu yang tidak bisa dia kontrol, sesuatu yang tidak bisa dia sempurnakan—perasaannya sendiri.
Cinta tak terbalas yang telah dia rasakan untuk Hazel telah membuatnya mundur, takut akan kerentanan yang mungkin terungkap.
"Dimana Simon yang perfeksionis?" tanyanya pada diri sendiri, suaranya hampir tidak terdengar di ruangan yang sepi. Dia selalu mengejar kesempurnaan dalam pekerjaan, dalam hidup, tetapi ketika datang ke hati, dia merasa hilang.
Simon menutup matanya, mengambil napas dalam-dalam. Dia tahu dia harus menghadapi ini, harus berbicara dengan Hazel, tidak peduli betapa sulitnya itu.
Karena dalam pencarian kesempurnaan, dia telah mengabaikan satu hal yang tidak bisa diukur atau dianalisis—keberanian untuk menghadapi emosi yang paling manusiawi.
Simon menatap ponselnya, berat sebelum akhirnya menekan tombol panggil. Suara Diego terdengar di ujung sana, "Tuan Simon, apa kabar?"
"Diego, aku tahu kamu telah menjaga Hazel," kata Simon, suaranya terdengar lelah. "Aku sedang sangat sibuk, tapi aku tidak ingin dia terus menunggu tanpa kepastian."
Diego menghela napas, "Simon, Hazel membutuhkan lebih dari sekadar pengawasan. Dia membutuhkan jawaban."
Simon merasakan kebenaran dalam kata-kata Diego. "Aku tahu. Tapi aku t…
Call Me, Hazel.
Set A Surprise
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 67 Episodes
Comments
Eka Elisa
hazel udh jtuh hati dgn mu papa gula tapi hzel tkut...lok papa gula tau siapa hazel...papa gula bklan prgi dn ninggalin hzel...pdhl...papa gula udh tau sesuatu yg di umpetin hzel slma ini cumn...papa gula pngen hzel jujur kacang ijo ma papa gula...mknya..
dri skrang jujur lah hzel tentang smua nya dn sglanya papa gk bkln prgi dn marah ninggalin kmu zel...
2022-12-27
2
Bungsu
udahlah hanzel jujur aja tih s simon jg udh tau dan nerima km.
2022-12-27
0