Gemilang yang mendapat teriakan dari Cahaya bukannya tersadar dari lamunannya, malah Gemilang cuma tersadar sekilas lalu Gemilang melanjutkan lamunannya lagi karena Gemilang sedang memikirkan jawaban apa yang pas buat di jadikan alasan kenapa Gemilang tidak mendengar perkataan Cahaya.
Sementara Cahaya menatap ke arah Gemilang dengan tatapan yang sangat menusuk dan sangat horor, sungguh Cahaya ingin sekali menyeret paksa Gemilang dengan tangannya namun Cahaya tak bisa melakukan itu karena tidak mau menjadi istri yang durhaka kepada suaminya.
"Papa kenapa ngga dengerin suara merdunya mama, apa papa sibuk melamun atau papa sedang terkena serangan penyakit berbahaya dadakan yaitu tuli dan budeg" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kerasnya toa bahkan Cahaya melipat kedua tangannya di depan dadanya sambil menatap nyalang ke arah Gemilang dengan tatapan nyalang.
Gemilang yang mendengar suara teriakan dari Cahaya membuat Gemilang segera membubarkan lamunannya, kini Gemilang yang telah membubarkan lamunannya langsung menatap ke arah Cahaya.
Betapa terkejutnya dan syoknya Gemilang yang melihat tatapan maut dari Cahaya, kini Gemilang menelan salivanya berkali kali karena ketakutan bahkan Gemilang ingin sekali lari dari hadapannya Cahaya, namun Gemilang tak bisa melakukannya.
Bukannya Gemilang tak bisa berlari namun yang Gemilang takutkan adalah Gemilang takut mendapatkan ceramahan panjang kali lebar kali luas selama 24 jam non stop tanpa iklan dan tanpa henti bahkan mungkin bukan hanya ceramahan doang tapi Gemilang juga akan mendapat teriakan dari Cahaya dengan suara yang begitu sangat keras dan kencang, bahkan bisa saja Gemilang malah tidak akan mendapatkan jatah dari Cahaya akibat perbuatannya.
"Papa pasti habis melamun kan, makanya ngga dengar semua omongan mama lebih tepatnya papa ngga dengar suara teriakan merdunya mama" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat ke…
Suami Yang Dapat Karmanya
Penyebab Mama Berteriak Itu Papa
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 131 Episodes
Comments