Sean masih menunggu beberapa saat, mungkin saja ibunya akan segera menyelesaikan urusannya dan kembali menghampiri dia.
Tapi sekitar 15 menit Sean menunggu, nyatanya sang ibu tetap sibuk pada urusannya sendiri.
Mana Mona hilir mudik dengan sambungan telepon yang masih terhubung. Membicarakan beberapa sketsa yang sudah dikirim pada penjahit.
Semalam mereka tidur saling memeluk erat, mama Mona juga mengatakan bahwa hari ini mereka akan banyak menghabiskan waktu bersama.
Tapi kenapa? pagi ini Sean seperti melihat sisi lain dari sang ibu.
Mama Mona yang malah terlihat lebih mirip dengan sang ayah, yang selalu sibuk sendiri dengan pekerjaannya.
Lagi, Sean melihat jam dinding di kamar itu, waktu sudah menunjukkan jam 6 lewat 20 menit. Dia yang tak suka tubuhnya kotor pun langsung beranjak keluar dan mencari sang pengasuh.
"Mbak Ajeng!" panggil Sean dengan suara yang cukup tinggi. Ajeng yang berada di dapur pun langsung berlari menghampiri.
"Kenapa Sen?" tanya Ajeng, dia sudah berada di hadapan Sean, bahkan berjongkok untuk mensejajarkan tinggi tubuh mereka. Padahal tidak perlu seperti itu, karena tubuh Ajeng pun pendek.
"Mandi."
"Mbak Ajeng kira mandi sama mama."
"Mama sedang telepon rekan kerjanya."
"Oh, jadi mau mandi dimana?"
"Kamar mbak Ajeng saja, aku ambil baju dulu."
"Oke."
Jam 7 lewat Sean baru terlihat rapi, padahal biasanya di jam seperti ini Sean sudah duduk di meja makan dan menyantap sarapannya.
Dan saat Ajeng sedang menyisir rambut sang anak asuh, terdengar jelas suara perut Sean yang krucuk-krucuk ...
Ajeng tersenyum lebar, sementara Sean yang malu langsung mencubit pipi mbak Ajeng kiri dan kanan.
"Eh.. ada yang laper," goda Ajeng.
"Cepet sisir rambutnya!!"
Ajeng tertawa, bercanda dengan Sean seperti ini sedikit menghapus kesedihan yang sejak semalam bersarang di dalam hatinya.
Bentakan papa Reza, perlakuan kasar, dan tatapan dingin itu memang begitu sulit untuk Ajeng lupakan.
Tapi dengan adanya Sean, dia seperti bisa melewati semuanya.
Lagi pula yang a…
Pengasuh Tuan Muda Genius
Bab 21 - Perlahan Mulai Memudar
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 192 Episodes
Comments
Maryami
padahal diawal aku kasihan ama mona, eh ternyata ibu egois end jahat
2025-03-05
0
Katherina Ajawaila
Ajeng harus pinter2 jaga diri nya pekerja. lihat sisi kedua ortu Sean.
2024-12-03
0
Rafi Farisi
brati Ajeng itu smekor,,, semeter kotor 🤭🤭😂😂 kek gue haha😅
2024-12-24
0