Naufal yang baru berniat ingin memejamkan matanya terkejut dengan suara bersin dari seseorang yang sedari tadi berpura-pura tertidur.
Naufal pun segera meraih tas tersebut,ia keheranan kenapa bisa tas itu terjatuh dengan sendirinya. Naufal celingak-celinguk melihat sekitarnya, tapi sama sekali tidak ada orang lain selain mereka berdua di dalam kamar perawatan inapnya Kejora.
"Kok tasnya Pelangi bisa terjatuh sendiri? Padahal sama sekali aku sentuh lagian agak jauh dari tempat aku berada, apa… tapi itu tidak mungkin, karena Pelangi belum sadar juga," gumamnya Naufal.
Tiba-tiba terdengar suara bersin, Kejora sebenarnya sudah berjuang dengan sekuat tenaga untuk berusaha menahan bersinnya, karena hidungnya seperti digelitik itu hingga dia pun bersin.
"Kalau udah capek tidurnya kenapa harus dipaksa untuk lanjut tidur," candanya Naufal yang paham betul kalau yang bersin itu adalah Kejora Aysila Mandala.
Kejora menarik selimutnya hingga menutupi keseluruhan tubuhnya, ia tidak ingin melihat ayah dari calon bayinya itu. Walaupun dalam lubuk hatinya yang paling terdalam ia sangat merindukan Naufal Adlan Budianto.
"Pelangi coba lihat wajahnya Mas," pintanya Naufal seraya menarik bedcover tebal itu agar keseluruhan wajahnya Kejora kelihatan jelas oleh Naufal.
"Enggak mau! Jangan ditarik dong, aku gak mau lihat Abang lagi ehhas Naufal maksudnya," jeritnya Kejora.
"Hahaha," Naufal tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari Kejora itu.
"Kenapa meski ketawa tidak ada yang lucu kok, kenapa bisa Mas ke sini,lagian kok bisa tahu aku dirawat di rumah sakit?" Tanyanya Kejora yang memalingkan wajahnya ke arah kirinya karena tidak sanggup untuk menatap wajahnya Naufal untuk waktu yang lama pasti hatinya akan kembali luluh dan tersentuh.
"Mas ketawa karena ada yang lucu kalau enggak lucu ngapain juga aku ketawa," timpalnya Naufal.
Hingga suasana kembali hening karena, keduanya saling bungkam dan terdiam dalam keheningan malam itu.
"Ya Allah… aku sangat bahagia karena Pelangi hamil cal…
Rindu Bintang Kejora
Bab. 79
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 107 Episodes
Comments