"Dia itu.. " Ken terlihat ragu mengatakannya.
"Dia? Kak Vincent kenapa?"
"Dia itu.. em.."
"Kenapa sih!"
"Pokoknya gak boleh deh!"
"Gaje lo!" Ella kesal meninggalkan Ken dan pergi ke kamarnya. Untuk mandi.
***
Ken jadi aneh lagi. Ella terus dipenuhi pertanyaan, dan kesimpulan yang bahkan dia juga tidak paham. Selesai mandi, ia masih ingin di dalam kamar.
Ia berbaring di kasur memandang langit-langit kamar. Ella sudah merasa kangen dengan keluarganya dan teman-temannya di sekolah.
Ia rindu mamanya yang cerewet, papanya yang sabar tapi terkadang menjengkelkan. Ia juga rindu dengan adiknya yang selalu membuatnya jengkel.
Tak terasa, air mata menetes dari ujung matanya yang indah itu. Mengingat seluruh kelakuan keluarganya, ia menjadi semakin rindu.
Ella tiba-tiba mengerutkan dahinya. Ia merasa kesal juga kepada keluarganya yang memisahkan dirinya dengan mereka di umurnya yang masih kecil.
"Kenapa..."
"Kenapa kalian begini!" tanpa disadari Ella, ia berteriak keras di kamarnya.
"Aku kan kangen kalian, jadinya...." Ella mulai merasa tenang kembali, tapi air matanya keluar dengan derasnya.
"Jadi, kamu kangen toh?" tiba-tiba saja suara lelaki terdengar dari ambang pintu. Ella menoleh ke arah pintu.
Ken.
Nama itu langsung terlintas di pikiran Ella. Salah satu orang yang membuat dia jadi begini. Membuatnya jadi rindu dengan keluarga kecilnya. Ella sungguh marah, tapi justru air matanya yang keluar.
"Hey, kenapa? Kok nangis?" Ken duduk di sebelah Ella. Ella di posisi duduknya hanya diam tak menghiraukan lelaki itu.
"Aku.. benci kamu." Ella mengatakan hal itu dengan lirih dan serak.
"Apa?" tanya Ken kurang mendengar.
"Aku benci kamu!" teriak Ella.
"Kenapa? Cerita dong!" Ken mencoba merangkul Ella. Ella mengikuti alur Ken. Ia menempelkan mukanya ke dada bidang Ken.
"Aku benci kamu! Benci! Benci!" Ella memukul-mukul dada Ken dengan pelan.
Ken paham dengan perasaan Ella hanya diam sambil menepuk-nepuk punggung Ella.
"Tak apa, aku paham. Lanjutkan saja tangismu, aku akan dengarkan s…
Married With Vampire
Dia Itu...
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 41 Episodes
Comments
cxvmahen
Merasa terpanggil
2020-12-09
0
cxvmahen
merasa terpanggil
2020-12-09
0
cxvmahen
merasa terpanggil
2020-12-09
0