Pertandingan terus berlangsung dan pada akhirnya Ali bisa mengalahkan lawannya di babak pertama.
Zeiro dan pendukungnya lain berdiri bertepuk tangan karena ini adalah awalan yang cukup baik bagi mereka.
Ali Win.
"Bagus Ali, pertahankan," ucap Zeiro menepuk tangan Ali.
"Baik Tuan," angguk Ali, ia duduk kembali di tempat duduknya sambil meneguk air minum.
"Peserta selanjutnya, dari negara A melawan negara C," ucap pembawa acara.
"Biar aku yang maju." Dewi berdiri dan langsung menuju ke panggung pertandingan.
"Terserah kamu saja," jawab Zeiro pasrah, ia tak bisa menahannya Dewi karena jujur saja, Dewi lebih kuat darinya dalam hal pertarungan.
Lawan Dewi kali ini adalah pria hitam, badannya 3x lipat dari badan Dewi yang langsing itu. Bahkan Dewi harus mendonggakkan kepalanya melihat lawannya itu.
"He-he-he ternyata lawan ku adalah gadis kecil yang mungil," ucap pria itu menyeringai.
"Ya, tapi gadis kecil ini cakarnya lebih tajam dari raja hutan," jawab Dewi tersenyum.
"Benarkah? Aku sangat ingin merasakan cakaran itu," jawab pria itu menyunggingkan bibirnya ke samping.
Mereka berhadapan dan sesama memberi hormat.
Mulai.
Keduanya langsung bertarung, Dewi menarik tangan lawannya lalu menghempasnya ke lantai lalu menekan dengan kuat, hampir saja ia mematahkan tangan peserta itu, untung saja peserta itu langsung mengangkat tangannya dan lawannya di nyatakan kalah.
Dewi Win.
"Wah, siapa wanita itu? Hanya mengalahkan dalam hitungan detik saja," ucap para penonton terkagum-kagum.
"Bahkan lawannya 3x lipat dari tubuhnya, benar-benar sangat kuat," jawab yang lain.
Tidak jauh darinya, Dewi melihat Andika bersama Adik sepupunya, mereka duduk di kursi nomor 3, yang Dewi lihat Mei memegang perutnya, sedangkan Andika membantu Mei duduk pelan-pelan di kursi.
"Hati-hati sayang," ucap Andika.
"Iya, terima kasih sayang," ucap Mei memegang pipi Andika lembut.
Dewi terpana melihat kemesraan mereka berdua sehingga ia di panggil beberapa kali pun tidak terdengar.
Wasit datang mendekati Dewi…
Transmigrasi Dewi Pembunuh
BAB 39
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 137 Episodes
Comments
Eric ardy Yahya
berarti si Mei udah Hamidun dulu deh . ketahuan baget Andika ini orang yang gak tau diri
2025-03-28
1
菲菲 Dwi L Arema
Katanya pembunuh kok letoy
2026-03-25
0
Deliza Yuseva
akirnya ketahuan belangnya andika
2024-07-11
4