Mobil warna silver yang dikendarai Detektif Reno Atmaja melaju ke arah pinggiran kota yang masih jauh dari keramaian. Di kanan-kiri terdapat hamparan rumput dan hutan jati yang mulai meranggas. Suasana sungguh tenang dan asri. Beberapa ekor lembu sengaja dibiarkan di padang rumput, beserta sejumlah kambing. Di samping Reno, Dimas sedang mengamati bantuan arah yang disediakan oleh aplikasi telepon. Sudah satu jam lebih mereka berkendara menyusuri kawasan pinggir hutan, tetapi yang mereka lihat hanya rumah-rumah kecil terbuat dari kayu.
“Apakah tujuan kita sudah benar?” tanya Reno Atmaja.
“Tak salah lagi. Kita perlu berkendara dua puluh lima menit lagi, maka kita akan segera menemukan rumah penulis itu,” jawab Dimas sambil terus memicingkan mata.
“Kurasa penulis itu telah mengambil satu langkah benar. Dai berusaha menghilang dari hiruk-pikuk dunia dengan menyepi di tempat sepi seperti ini,” ucap Reno.
“Tapi kurasa bukan itu alasannya. Rumah ini ditinggali oleh ibu si penulis. Dia dibesarkan di sekitar sini, sampai kemudian membeli apartemen baru di kota. Kurasa kita bisa bertanya tentang sejarah singkat keluarganya, termasuk saudara kembar penulis itu.” Dimas menerangkan.
Drrrt ... drrrt ... drrrt!
Tiba-tiba ponsel Reno berbunyi. Sambil menyetir, ia angkat panggilan itu dengan rasa malas.
“Maaf Sayang, aku sedang ada panggilan tugas di luar kota. Nanti kita bicarakan setelah ini. Maafkan aku. tapi aku janji akan segera meneleponmu kembali setelah semua ini selesai!” Reno segera mematikan ponsel, dan meletakkan kambali di dashboard. Wajahnya tiba-tiba terlihat kacau, seperti ada yang sedang dipikirkannya.
“Silvia?” tebak Dimas.
“Ya. Silvia. Belakangan ini dia rajin menelpon, menanyakan rencana pernikahan. Kamu tahu, Dimas. Aku masih sibuk dengan segala hal yang ada di sekitarku. Sepertinya aku harus menunda pernikahan hinga tahun depan. Sayangnya, Silvia belum bisa menerima itu. Ia terus mendesak, hingga aku kadang merasa tertekan gara-gara ini!” keluh Reno.
“Sabarlah! Perempuan memang membutuhkan kepastian. Mungkin dia khawatir kamu berselingkuh atau lari ke pelukan wanita lain. Wajar saja perempuan mempunyai rasa seperti itu. Maafkan aku jika pendapatku salah. Aku sendiri sudah putus dengan Fanny sejak setahun lalu, dan sampai sekarang masih jomblo. Tapi aku menikmati kesendirianku,” ujar Dimas.
“Maksudmu aku berselingkuh? Satu-satunya selingkuhanku adalah kasus-kasus pembunuhan ini. Siang-malam kucurahkan tenaga untuk kasus-kasus ini agar reputasiku terangkat di mata…
Pembunuhan Di Kastil Tua
LX. A Small House on The Prairie
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 390 Episodes
Comments
IG: _anipri
yang lebih tua yang lebih paham. wkwkwk
2023-01-07
0
Sinjo Bangkalengkong
katanya hans pngen sgra pergi dr kastil..giliran ada kesempatan ke kota utk bw polisi ke rs kenapa gak mau.. dah gt tau klo di kastil bahaya tp dy gak melarang anak2 ABG itu ya wlw dah dikasi tau tp seolah2 kasi taunya mcm becanda di tambah anak ABG itu jg pd cengengesan
2022-01-19
1
chii
Jadi curiga hmm
2021-09-27
0