Berdiri di depan pintu gerbang samping, Kinara memegang sebungkus cokelat di tangan kanan dengan gugup. Ia mendongak dan menatap ayahnya, ingin memastikan bahwa apa yang dilakukannya nanti tidak akan membuat ayahnya berada dalam masalah.
Christoper mengusap puncak kepala putrinya dan berkata, “Tenanglah, daddy sudah bicara dengan Tuan Jonathan. Dia mengizinkanmu menjenguk tuan muda sebentar. Ayo, masuk.”
Kinara tersenyum lembut dan menyongsong jemari ayahnya, melangkah dengan pasti melewati lorong-lorong panjang dan megah yang dipenuhi hiasan dan pajangan mahal. Gadis kecil itu menatap semuanya dengan penuh minat dan kekaguman. Di rumahnya, hanya ada foto keluarga mereka di dinding, juga beberapa patung kecil yang dibelinya bersama sang ibu di bazar.
“Lewat sini, Sweetie,” ujar Christoper seraya menuntun putrinya menaiki tangga.
Kinara sangat bersemangat. Tangan kirinya terkepal erat, mencoba meredam debaran yang membuatnya cemas dan merona.
Apakah dia akan percaya kalau ....
“Berhenti!”
Seruan dengan nada curiga itu membuat Christoper menahan lengan putrinya.
“Nyonya Besar,” sapanya seraya menunduk hormat.
Kinara mengikuti tindakan ayahnya, ia menunduk sambil berkata, “Nyonya ....”
Brenda Smith menatap dua orang di hadapannya dengan sorot dingin dan menyelidik, lalu bertanya, “Apa yang kalian lakukan di sini?”
“Putri saya ingin menjenguk Tuan Alex, Nyonya,” jawab Christoper dengan sopan.
“Menjenguk? Memangnya kau pikir putrimu itu siapa? Menginjakkan kaki di lantai ini pun kalian tidak pantas!”
Telinga Kinara memerah. Ia tahu ayahnya hanya seorang supir, tapi kalimat penghinaan seperti itu sangat menyakitkan.
“Maafkan kelancangan saya, Nyonya. Saya sudah meminta izin kepada Tuan Jo—“
“Tidak ada satu orang pun yang berhak mamasuki rumah ini tanpa izinku!“
Christoper terdiam sesaat sebelum akhirnya berkata, “Maafkan kami. Kami akan segera pergi.”
Ia menarik lengan Kinara untuk pergi, tapi gadis kecil itu memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya pada Brenda Smith.
“Maaf, Nyonya.” Kinara memberanikan diri untuk menatap wanita yang terlihat menyeramkan di hadapannya itu. “Saya hanya ingin menjenguk Tuan Muda sebentar. Setelah menolongnya di danau, saya tidak sempat—“
“Kinara,” tegur Christoper sambil menatap putrinya dengan sorot memohon. Ia tahu, Nyonya Besar tidak seperti putra dan menantunya yang cukup murah hati.
“Kamu apa?” tanya Brenda dengan mata memicing.
Kinara mengabaikan peringatan dari ayahnya dan menjawab, “Mm ... menolongnya, Nyonya.”
“Beraninya kamu! Lancang! Berani-beraninya mengarang kebohongan seperti itu?!” teriak wanita itu dengan telunjuk mengarah ke wajah Kinara hingga semua pelayan yang ada di sana ikut menatapnya dengan heran.
Kinara belum sempat menjawab ketika tiba-tiba pintu di belakang Brenda terbuka. Sebuah kepala dengan rambut berwarna pirang menyembul dari balik pintu dan berjalan keluar.
“Granny, ada apa? Alex mendengar Anda berteriak dan memintaku untuk memeriksa,” ujar gadis itu dengan suara yang sangat sopan dan lembut.
“Katakan Jessie, siapa yang menolong Alex dari danau?”
“Saya sendiri yang menariknya dari dalam air yang kotor itu, Granny,” jawab Jessica seraya mengerling penuh arti ke arah Kinara, “Tidak ada siapa pun di sana saat itu.”
“Kamu dengar itu?” ketus Brenda pada Christoper, “Ajari putrimu tata krama dengan baik! Orang-orang seperti kalian selalu mencari kesempatan untuk mencari keuntungan dari kami. Menjijikk…
Pengantin Pengganti Untuk Tuan Muda
Extra Part 2: Berusaha Melupakannya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 274 Episodes
Comments
Mimilngemil
😢
2023-10-10
0
Lizajoseph Hilda Joseph
Ga faham story nya terbalik masa dulu. Nga seru
2023-06-04
0
Udi Supri
gj tolol
2022-10-27
0