Rayn kembali ke tempat duduknya di pojok belakang. Kelas masih sepi karena bel masuk memang belum berbunyi. Dia merasa tidak nyaman berteman dengan mereka semua karena tidak sesuai dengan karakternya. Tapi di sekolah Ryan, dia tidak lagi dibully.
Beberapa saat kemudian Cinta masuk ke dalam kelas dan langsung duduk di samping Rayn. "Ryan lo kenapa sih? Lo sakit? Lo tumben gak bersemangat gini."
Cinta langsung menyentuh kening Rayn. Mungkin bagi Ryan itu hal biasa tapi bagi Rayn ini sangat tidak biasa.
"Gue gak papa." Rayn menjauhkan kepalanya agar Cinta tak lagi menyentuhnya. "Gu-Gue mau ke toilet." Entah kenapa Rayn begitu salah tingkah. Dia kini berdiri tapi Cintq kembali menariknya hingga Rayn kembali terduduk.
Jarak mereka begitu dekat. Cinta terus menatap Rayn. Lama-kelamaan wajah Cinta semakin dekat. Rayn semakin melebarkan matanya. Apa yang akan dilakukan oleh Cinta berada di luar pemikirannya. Dengan segera Rayn menutup bibirnya hingga bibir Cinta hanya menyentuh tangannya. "A-apa yang lo lakuin?"
Cinta kembali menjauhkan dirinya sambil tertawa. "Yan, bukankah kita udah sering ciuman meskipun kita cuma friendzone. Hal itu kan udah biasa lo lakuin ke gue."
Mendengar itu Rayn semakin berkeringat. Benar-benar hidup yang gila baginya. Mana mungkin dia dengan bebas bisa ciuman sama cewek. Itu sangat bertentangan dengan sifatnya yang alim. Dia sangat menghargai cewek dari hal sekecil apapun. "Gue minta maaf sama lo dengan apa yang pernah gue lakuin. Gue gak akan lakuin itu lagi sama lo."
Mendengar perkataan Rayn, Cinta justru kecewa. Hal aneh didapat dari Rayn lagi. "Tapi Yan, gue cinta sama lo. Gue gak peduli kita cuma friendzone asal gue bisa bersama lo berasa pacar."
Rayn kini hanya terdiam. Dia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia sendiri juga tidak mau mengacau hubungan Ryan dan Cinta. Meski dia tahu apa yang dilakukan Ryan itu salah.
Cinta menyandarkan kepalanya di bahu Rayn. Ingin rasanya dia menghindar tapi tertahan. Seandainya benar-benar Ryan yang ada di…
Bad Boy Or Good Boy?
BAB 7
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 39 Episodes
Comments