. "Untuk pertama kalinya aku mulai merasakan penyesalan. Perasaan di mana aku berada di antara kasihan pada diri sendiri dan membenci diriku sendiri, tentang seluruh hidupku."
Juna tampak mengakhiri pembicaraan nya dengan Jennifer anak kandungnya yang terlihat begitu sibuk menyeduh susu kaleng pemberiannya , Melihat Jennifer yang tak menatap ke arahnya membuat pria itu hanya bisa menghela nafas panjang dan segera pergi '' paman mau kemana ? '' anak cantik itu segera menahan kepergian ayah kandungnya '' paman juna jangan pergi tetaplah di sini Sampai ibuku menjemput ku '' ujar anak kecil itu tak mengizinkan pria lumpuh itu untuk minggat dari hadapan nya ,Juna menganggukkan kepalanya dan kembali mendorong kursi roda nya ke bawah pohon yang sudah Jennifer hiasi dengan beberapa lukisan hasil tangan kreatif nya
'' apa paman tidak memiliki anak ? '' pertanyaan baru tiba tiba keluar dari mulut anak kecil itu membuat Juna tak bisa berkata apa apa lagi dan segera mencari sebuah alasan untuk menanggapi pertanyaan dari Jennifer
'' anak paman sudah bekerja,'' mulai mengelus lembut rambut putrinya dengan sangat tulus
" Oh ya " Jennifer kembali melanjutkan bicara nya kepada Juna yang masih memandangi wajahnya yang begitu sumringah, senyum pria itu mulai hadir kembali setelah anak kecil itu memberinya sebuah coretan kuwas berwarna kuning ke wajah tampan nya
'' hahaha paman sangat lucu '' ujar anak mungil itu mulai mengeluarkan tawa kecilnya dan mulai menertawakan tingkah konyol yang Juna perlihatkan pada nya
" Hahaha,'' Juna terkekeh-kekeh dengan tingkah konyol nya sendiri " simpan ini '' ucap pria lumpuh itu mulai memasang kan sebuah gelang oval bertuliskan nama Jennifer ke tangan mungil anaknya . Kasih sayang nan ketulusan mulai Juna perlihatkan pada anak kandung nya itu kasih sayang yang belum pernah ia perlihatkan kepada orang lain selain kepada anak gadis itu '' jadilah gadis yang rajin dan berbakat seperti ibumu '' mulai mengelus ngelus kembali pipi chubby milik Jenni…
Pria Pilihan Ayahku
tak berharap lebih
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 35 Episodes
Comments