Episode 2

POV Author

Hari ini adalah hari Minggu, berkah bagi para pekerja dan pelajar untuk menikmati istirahat. Naina, yang tidak sekolah karena hari libur, memutuskan untuk pergi ke mall untuk membeli buku. Ia sudah berjanji dengan dua sahabatnya, Tiara dan Dewi, untuk menghabiskan waktu bersama. Sebelum berangkat menaiki mobil mewahnya, seperti biasa, Naina akan mengabari Jonas terlebih dahulu. Ini adalah ritual kecil yang tak pernah ia lewatkan, bagian dari kebiasaan yang terbentuk dari hubungan unik mereka.

Druttt… druttt… drutt…

Deringan HP Jonas yang nyaring membangunkan Jonas dari tidur nyenyaknya di atas ranjang king size hotel miliknya. Dengan mata yang masih setengah terpejam, ia meraih ponselnya yang tergeletak di nakas.

"Halo?" ucap Jonas dengan suara serak, khas orang baru bangun tidur.

"Om Jonas baru bangun ya? Sudah jam 10 loh?" Suara Naina terdengar ceria, sedikit menggoda.

"Ada apa?" Jonas bertanya tanpa basa-basi, langsung ke inti.

"Om, hari ini aku mau beli buku di mall sebentar, sekalian jalan-jalan sama teman-teman aku, Tiara dan Dewi?"

"Selamat bersenang-senang..."

Sambungan telepon langsung dimatikan sepihak oleh Jonas. Naina mengerutkan bibirnya.

"Padahal aku masih mau ngomong, eh sudah dimatikan. Kapan sih Om bisa melihat bahwa aku sangat menyukai Om?" gerutu Naina, bibirnya cemberut. Ia memang sudah terbiasa dengan nada bicara Jonas yang dingin, datar, dan cuek. Namun, sampai sekarang, Naina masih saja mencari celah dan cara untuk masuk ke dalam hati Jonas. Pria yang setiap hari membuat hatinya semakin jatuh cinta.

Melihat jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi, Jonas langsung bangkit dan menuju kamar mandi. Diambilnya boxer yang berserakan di lantai, lalu dipasangkannya. Saat memasang boxer itu, matanya menangkap sesuatu yang berkilauan di lantai: sebuah lipstik berwarna merah menyala.

"Cewek panggilan itu, sebelum pulang harusnya dia periksa dulu semua barangnya. Apa dia enggak sadar lipstiknya tertinggal? Menyebalkan," gerutu Jonas, suaranya dingin.

Ya, sekarang Jonas tengah berada di salah satu kamar hotel miliknya. Setelah keluar dari kamar mandi, Jonas mengenakan pakaiannya. Sebuah kemeja mahal yang pas di tubuh atletisnya. Setelah itu, Jonas bergegas keluar dari kamarnya menuju restoran hotel di lantai 3 untuk sarapan. Setelah pergulatan memuakkan tadi malam, pagi ini Jonas memasang muka marahnya. Di restoran hotel, semua pegawai menunduk hormat kepada CEO mereka, menyajikan pelayanan terbaik dengan hati-hati, tak ingin membuat sang bos semakin murka.

Sebelum menyantap makanannya, Jonas menelpon Dimas, asisten pribadinya.

"Halo, Bos?" sapa Dimas dari seberang telepon.

"Aku di hotel sekarang, cepat kemari!" perintah Jonas, nadanya tegas.

"Siap, Bos!"

Setelah telepon ditutup, Jonas selanjutnya menyantap makanan yang sudah dihidangkan di atas meja oleh para pelayan restoran itu. Walaupun hatinya masih kesal, perutnya tetap harus diisi.

Meskipun hari ini hari Minggu, Dimas secepat mungkin datang ke hotel sesuai perintah bosnya. Dimas sama seperti yang lainnya, dia juga sangat takut kepada Jonas. Karena jika Jonas marah, Jonas bisa menghancurkan orang itu semudah membalikkan telapak tangannya. Tiga puluh menit kemudian, Dimas sudah sampai di hotel dan langsung bergegas ke lantai 3. Saat Dimas melangkahkan kakinya di restoran, Dimas langsung bisa melihat sang bos yang baru saja menyelesaikan sarapannya di jam yang sudah terbilang bukan pagi lagi.

"Ada perintah apa, Bos, untuk saya?" tanya Dimas, berdiri tegak di hadapan Jonas, siap menerima segala amarah yang mungkin akan diluapkan.

"Pelacur yang kamu bawa untukku tadi malam, kamu dapat dari mana?" bentak Jonas, suaranya tajam menusuk.

"Sesuai dengan perintah Bos, saya selalu memilih wanita terbaik untuk melayani Bos. Dia salah satu primadona di Club Malam 'Red', salah satu Club Malam terkenal," jawab Dimas dengan gugup, keringat dingin mulai membasahi pelipisnya.

"Terbaik kamu katakan? Baru 5 menit aku menyentuhnya, dia sudah membuatku tidak berselera. Nanti malam bawa wanita baru lagi untukku! Awas saja kalau ini kembali terulang!" tegas Jonas, tatapannya membunuh.

"Baik, Bos!" ucap Dimas, segera mencatat perintah itu dalam hati.

Setelah mendapat komplain dan perintah dari Jonas, Dimas turun ke bawah menuju mobilnya sambil menggerutu. Setelah masuk mobilnya, amarah Dimas masih ada. Ia meninju setir mobil beberapa kali, melampiaskan kekesalannya.

"Kayaknya yang bermasalah bukan di cewek-cewek yang aku bawa deh, tapi di Bos. Sudah sering banget kayak gini, alasannya selalu sama, 'habis 5 menit menyentuhnya sudah enggak berselera lagi katanya', 'baru 10 menit sudah bosan katanya'. Emang cewek kayak gimana sih yang bisa bikin Bos berselera dan puas? Lemah syahwat kali ya si Bos," Dimas menghela napas panjang, "Capek banget sering cari cewek seperti yang Bos minta. Enggak heran kalau Bos sudah 2 kali cerai, jangan-jangan 2 istrinya dulu juga bikin dia enggak berselera kali ya?" gerutu Dimas di dalam mobil, berbicara sendiri, mencoba menganalisis kelemahan bosnya.

Meskipun Dimas kadang jengkel karena selalu disuruh mencari wanita pemuas nafsu bosnya, tapi Dimas selalu menjalankan perintah itu mengingat statusnya yang hanya asisten sekaligus sekretaris pribadi Jonas. Dimas juga tiap hari selalu siap diomeli bosnya jika pekerjaan terlambat terselesaikan. Itu sebabnya Dimas selalu mewanti-wanti karyawan agar bekerja dengan benar dan tepat waktu agar jika ada kesalahan, dia tidak diomeli oleh Jonas yang terkenal kejam.

Terpopuler

Comments

Agnescerlly Cerlly

Agnescerlly Cerlly

lemah🤣🤣🤣🤣,awalnya ilfil suka cekap celup sana sini tapi namanya juga cowo yah sulit cari yang gak eror

2026-08-21

0

...

...

ehh dah kirain cowok bener..

2026-01-02

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Ternyata Suka celap celup,langsung ilfil aku..

2024-10-07

2

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Visual Tokoh
43 Episode 42
44 Episode 43
45 Episode 44
46 Episode 45
47 Episode 46
48 Episode 47
49 Episode 48
50 Episode 49
51 Episode 50
52 Episode 51
53 Episode 52
54 Episode 53
55 Episode 54
56 Episode 55
57 Episode 56
58 Episode 57
59 Episode 58
60 Episode 59
61 Episode 60
62 Bincang-bincang
63 Episode 61
64 Episode 62
65 Episode 63
66 Episode 64
67 Episode 65
68 Episode 66
69 Episode 67
70 Episode 68
71 Episode 69
72 Episode 70
73 Episode 71
74 Episode 72
75 Episode 73
76 Episode 74
77 Episode 75
78 Episode 76
79 Episode 77
80 Episode 78
81 Episode 79
82 Obrolan Author
83 Episode 80
84 Episode 81
85 Episode 82
86 Episode 83
87 Episode 84
88 Episode 85
89 Episode 86
90 Episode 87
91 Episode 88
92 Episode 89
93 Episode 90
94 Episode 91
95 Episode 92
96 Episode 93
97 Episode 94
98 Episode 95
99 Episode 96
100 Episode 97
101 Episode 98
102 Episode 99
103 Episode 100
104 Cuap-cuap
105 Episode 101
106 Episode 102
107 Episode 103
108 Episode 104
109 Episode 105
110 Episode 106
111 Episode 107
112 Episode 108
113 Episode 109
114 Episode 110
115 Episode 111
116 Episode 112
117 Episode 113
118 Episode 114
119 Episode 115 End
120 Sekuel Simpanan Om-om Season 2 (Obsesi Diruang Cinta)
121 Promosi Novel Baru
122 Promosi Novel Lain
123 Pertanyaan dan Jawaban
124 Plot Twist Season 3 : Sebuah Keajaiban
125 Tawaran Gila
126 Benang Takdir
127 Awal Jalinan Asmara
128 Tidak Lagi Rahasia
129 Permainan Nasib
130 Promosi
131 GIVE AWAY
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Visual Tokoh
43
Episode 42
44
Episode 43
45
Episode 44
46
Episode 45
47
Episode 46
48
Episode 47
49
Episode 48
50
Episode 49
51
Episode 50
52
Episode 51
53
Episode 52
54
Episode 53
55
Episode 54
56
Episode 55
57
Episode 56
58
Episode 57
59
Episode 58
60
Episode 59
61
Episode 60
62
Bincang-bincang
63
Episode 61
64
Episode 62
65
Episode 63
66
Episode 64
67
Episode 65
68
Episode 66
69
Episode 67
70
Episode 68
71
Episode 69
72
Episode 70
73
Episode 71
74
Episode 72
75
Episode 73
76
Episode 74
77
Episode 75
78
Episode 76
79
Episode 77
80
Episode 78
81
Episode 79
82
Obrolan Author
83
Episode 80
84
Episode 81
85
Episode 82
86
Episode 83
87
Episode 84
88
Episode 85
89
Episode 86
90
Episode 87
91
Episode 88
92
Episode 89
93
Episode 90
94
Episode 91
95
Episode 92
96
Episode 93
97
Episode 94
98
Episode 95
99
Episode 96
100
Episode 97
101
Episode 98
102
Episode 99
103
Episode 100
104
Cuap-cuap
105
Episode 101
106
Episode 102
107
Episode 103
108
Episode 104
109
Episode 105
110
Episode 106
111
Episode 107
112
Episode 108
113
Episode 109
114
Episode 110
115
Episode 111
116
Episode 112
117
Episode 113
118
Episode 114
119
Episode 115 End
120
Sekuel Simpanan Om-om Season 2 (Obsesi Diruang Cinta)
121
Promosi Novel Baru
122
Promosi Novel Lain
123
Pertanyaan dan Jawaban
124
Plot Twist Season 3 : Sebuah Keajaiban
125
Tawaran Gila
126
Benang Takdir
127
Awal Jalinan Asmara
128
Tidak Lagi Rahasia
129
Permainan Nasib
130
Promosi
131
GIVE AWAY

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!