Wanita Kuat

"Istri atau orang tua pasien bisa ikut saya," ucap sekarang perawat laki-laki yang sedang mendorong brangkar.

"Oh baik, di ruang berapa?" tanya ku

"Ruang Cherry Blossom, VVIP no 3," ucap perawat dan aku mengartikannya oleh Ayah mertuaku karena perawat itu berbicara dengan bahasa Jepang.

"Ok kami akan lewat lift pengunjung," ucap Arnold

Ayah Edgar menyuruhku untuk mengikuti perawat, naik lift pasien. Sedangkan Ayahku, Ayah mertua dan keluarga yang lain naik lift pengunjung.

Satu perawat mengarahkan brangkar disisi depan. Sedangkan yang satunya mendorong brangkar.

Edgar masih tertidur, lehernya seharusnya memakai penyangga. Tetapi kenapa mereka belum memberikan penyangga itu. Aku lalu bertanya pada perawat.

Dia mengatakan jika itu akan dilakukan beberapa jam setelah operasi. Jadi aku pun tidak bertanya lagi.

Kami masuk di ruangan vvip, kebetulan juga nama ruangannya adalah bunga sakura. Kenapa harus nama itu, seakan jodohku identik dengan bunga sakura.

Beberapa suster datang memeriksa, memberikan obat pertama lewat suntikan selang infus. Lalu mereka mengatakan jika Tuan Edgar kemungkinan tidak bisa bicara.

Untuk kondisi lain yang berhubungan dengan pendengaran, mata dan ingatan, mereka harus menunggu Edgar siuman terlebih dahulu.

Kaki Edgar di di luruskan dengan perban. Kata dokter tidak patah hanya mengalami pergeseran dan sementara untuk beberapa minggu Edgar perlu memakai alat untuk membantunya tetap lurus hingga pergerakan tulang kembali stabil.

Keluarga Edgar dan ayahku datang. Tetapi mereka masuk bergantian karena tidak boleh terlalu ramai. Ayahku dan Ayah mertua yang duluan masuk. Mendoakan kesembuhan Edgar dan menyemangatiku.

Untung saja Ayah belum pulang ke Perancis. Jika tidak, aku tidak akan tahu seperti apa diriku ditengah keluarganya yang dominan tidak menyukaiku.

Setelah itu Ayahku dan Tuan Arnold pamit keluar, dan bergantian masuk Mamanya Edgar dan Tante Silvia, Paman Maxim dan Poky

Aku sudah berpikiran buruk, mereka pasti menyudutkan ku dengan kesalahan yang tidak ku perbuat.

Tante Silvia mencengkeram lenganku dan membawaku ke sudut dekat toilet yang agak jauh dari ranjang brangkar.

"Sini kau," ucap Tante Silvia

Diikuti Mamanya Edgar, Stefani

(Note author agak lupa saking byknya nopel ongoing, namanya Stefani, kalau aku pernah nyinggung namanya di bab sebelumnya tolong kasih tahu ya ehehe)

Silvia melepaskan ku dengan cara m…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

hanachi_🌷

hanachi_🌷

mungkin maksudnya tulisan kanji ya kk ?

2024-06-01

0

YunaD

YunaD

siapa tuh yang kirim pesan di hp Edgar?

2023-07-29

0

🇮🇩рaᷱyͥmͩeꙷnͣᴛ⁰³🍒

🇮🇩рaᷱyͥmͩeꙷnͣᴛ⁰³🍒

dari siapa ya, kira-kira pesan-pesan itu?

2023-07-29

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!