Diva berkeliling ke setiap kelas mencari keberadaan Dru yang tiba-tiba menghilang.
Gadis itu menghentikan langkahnya saat mendengar suara teriakan dan pukulan. Ia mengintip dari balik dinding untuk melihat apa yang terjadi.
Beberapa siswa tampak memegangi Dru sedangkan puluhan lainnya memukuli pemuda itu secara bergantian.
Diva mengepalkan tangannya saat melihat sahabatnya di rundung oleh puluhan preman sekolah.
Meskipun ia bisa saja menghabisi mereka dengan kekuatannya, namun gadis itu tak mau gegabah. Ia tak mau menunjukkan jati dirinya kepada para preman sekolah itu.
Diva memilih melaporkan kejadian itu kepada seorang guru dan memintanya untuk menolong Dru.
Namun tak ada satupun guru yang percaya dengannya. Bahkan kepala sekolah sendiri memintanya untuk kembali ke kelas dan tidak keluyuran saat jam pelajaran.
"Seperti pesan ibumu, aku harus menjagamu jadi kembalilah ke kelas dan jangan suka kepo. Karena kepo bisa memperpendek umur mu," ucap kepala sekolah kemudian menuntut gadis itu menuju ke kelasnya
"Tapi aku sungguhan pak, aku tidak kepo. Aku benar-benar melihat Dru dihajar oleh anak-anak kelas XI dan XII. Kalau Bapak tidak percaya ayo ikut aku!" jawab Diva
"Sekarang Bapak harus rapat, nanti biar Bapak suruh Pak Haris untuk melerai mereka," jawab Kepala sekolah kemudian meninggalkan Diva
Diva hanya menghela nafas, ternyata tak ada satupun yang mendengarnya.
"Apa karena aku anak baru jadi mereka tak percaya. Haish... kenapa tidak ada satupun guru yang peduli dengan adanya bullying di sekolah. Pantas saja pembullyan marak di setiap sekolah,"
Diva kemudian memakai Hoodie dan penutup kepalanya. Ia tak lupa memakai sebuah topeng untuk menutupi wajahnya.
"Perfect!" seru Diva
Gadis itu kemudian berlari menuju tempat Dru dirundung.
Gadis itu segera melompat dan menahan tinju yang mengarah kepada Dru.
*Grep!!
Semua orang seakan terkesiap melihat kedatangannya.
"Wah ada pahlawan kesiangan rupanya, Tidak ku sangka Hara sekarang berubah menjadi seorang pecundang yang bersembunyi di balik kostum gak jelas!"
"Hajar aja bos!" seru yang lainnya
Tanpa banyak bicara Diva langsung menghajar pria yang terus terus menyerangnya. Perkelahian satu lawan sepuluh tak bisa dihindarkan seorang guru yang datang hanya memperingatkan mereka untuk bubar tanpa berbuat banyak.
"Astaghfirullah, kenapa mainnya keroyokan gini sih. Ing…
DIVA AND THE BRANDALS
DIVA Seven
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 40 Episodes
Comments
APRILIA
anak2 bisa tawuran gitu di sekolahan, peraturan ga ditegakkan😶
2023-07-17
0
🍒⃞⃟🦅 EL ᰔᩚ
sekolahnya kok gakada aturan yang ketat gitu masak anak sekolah dibiarkan berkelahi
dru suka diva, diva suka rakha, hara nanti suka sapa😁
2023-07-17
0
༄𝑓𝑠𝑝⍟🥀⃞🕊️⃝ᥴͨᏼᷛtrisak⃟K⃠👏
Dih bangga juga sih diva ya 😂 sama body sendiri 😂😂😂
2023-07-11
0