"Sudah hampir dua bulan, tapi belum ada kabar baik dari Bagas dan Rosalina juga. Sebenarnya, mereka berdua sudah melakukan itu atau belum sih?" Dini merasa hatinya sedikit resah dan gelisah karena belum ada tanda tanda kalau putrinya akan hamil.
Heri bersikap acuh pada sang istri, dia malas menasehati wanita itu jika suasana hatinya sedang tidak baik. Bisa bisa, dia marahi oleh Dini yang galak itu.
Berbeda dengan Dini, Heri jauh lebih tenang dalam menanti kehadiran sang cucu. Karena memang membuat anak itu tidak mudah, terkadang memerlukan waktu yang cukup lama dan usaha yang begitu keras. Lagi pula, pernikahan Bagas dan Rosalina baru seumur jagung.
"Apa kita ajak mereka berdua program hamil ke Dokter saja?" Dini melempar tatapan ke suaminya.
"Jangan buru buru Bu, santai saja dulu. Mereka baru menikah dua bulan, bukan dua tahun,"
"Ah, Ayah. Kalau soal cucu aku tidak bisa santai. Ayah kan tau sendiri, aku menikahkan mereka berdua karena sangat menginginkan kehadiran seorang cucu."
Heri menarik nafas berat, percuma menasihati orang keras kepala. Masuk kuping kiri, keluar kuping kanan. Boro boro di dengar, ditepis seperti angin iya.
Sementara itu di rumahnya...
Bagas akhirnya mantap memutuskan untuk mewawancarai istrinya soal pria yang dia temui tempo hari. Tentu saja dengan nada dan gaya bicara halus, agar tidak menimbulkan pertengkaran diantara keduanya.
"Rosalina, aku ingin bertanya sesuatu padamu," ucap Bagas.
"Soal apa?" Rosalina memasang wajah fokus.
"Soal pria yang kamu temui tempo hari di sebuah cafe secara diam diam. Siapa pria itu?" Tanya Bagas terus terang.
"Di... Dia mantan kekasihku, namanya Daniel," Rosalina terbata bata.
"Untuk apa kamu menemuinya? Bahkan tanpa meminta izin dariku," Bagas menatap penuh selidik.
"Untuk memintanya berhenti mengejar ngejar cintaku seperti orang gila. Tapi, bagaimana kamu bisa tau aku diam diam menemui dia," Rosalina merasa penasaran.
"Tentu saja aku bisa tau, aku kan punya Indra ke enam," Bagas tertawa geli.
"Pantas saja ak…
Perfect Husband
Bab 20
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 34 Episodes
Comments