...CICAK 🦎-...
Liburan pertama bagi CiCak. Seperti cara berlibur orang-orang pada umumnya, sama juga dengan Citra dan Cakra. Dari pagi, mereka mengabsen para pedagang makanan hingga perut mereka penuh. Hal hasil, pukul enam sore, Citra terbatuk-batuk dan merengek untuk kembali ke Hotel. Namun, tidak dengan Cakra, dirinya masih asik membeli bermacam-macam barang-barang unik di sana. Memakainya langsung, karena begitulah cara Cakra menghargai.
"Beli ini yuk!" ajak Cakra menunjuk sebuah gelang lucu di matanya.
Citra menggeleng lemah. Ia menatap sekeliling orang-orang yang tampak antusias berbelanja. Citra mendudukkan dirinya di lantai lalu merunduk. Perutnya terasa mulas, mungkin ini efek makanan pedas.
"Aku mual, perut aku mulas, sakit banget, Cakra." Citra berlirih pelan.
Cakra semakin khawatir melihat kondisi sang Istri. Awalnya Cakra mengira Istrinya itu hanya berpura-pura saja. Karena memang dari sejak awal, Citra menolak untuk diajak berbelanja barang-barang unik. Cakra mengakui bahwa dirinya seorang Suami tidak percayaan.
Tetapi, ketika melihat raut wajah Citra, tiba-tiba mata Cakra melebar. "Udah jadi, kah?" tanya Cakra terkejut dan panik.
"Apanya?" Citra mendongak malas.
"Anaknya? Bener?" Citra tersentak tak percaya. Kemudian ia berpikir, benarkah?
"Tapi kita baru buat kemarin," kata Citra menolak untuk percaya.
Cakra menarik sudut bibirnya. Perasaan senang menghampirinya. "Sayang, bisa jadi. Berarti doa dan rencana aku sukses," ujarnya.
"Masa sih?" Citra kemudian kembali berpikir, "belum 24jam, masa udah jadi? Kok bisa ya?"
Senyum Cakra sedikit meredup, "iya juga, Sayang. Mungkin itu bukan anak aku?"
Perkataan Cakra sukses membuat Citra berdiri tegak, lalu menampar pipi sang Suami. "Ya ampun, fitnah! Ini tuh, mungkin aja anak cacing." Hidung Citra berkerut.
"Iya juga, baru kemarin padahal kamu selesai pms."
Citra mendengus, "kemarin-kemarin. Udah lama! Sekitar 2 Minggu yang lalu."
Cakra semakin merasakan keanehan. Dengan tergesa-gesa ia membopon…
KISAH CINTA CICAK
26
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Comments