"Meski habya setingan, gaya pacaran loe gak luput dari skinship."
Alaric berbalik badan dan berjalan kearah sofa depan tv setelah mie instan yang dia inginkan siap untuk disantap, tidak menghiraukan Regan yang ternyata mengikutinya dan duduk disamping Alaric.
"Ameera pasti akan nolak kalau loe peluk atau cium."
Regan kembali mengutarakan pemikirannya yang tidak Alaric pinta.
Kata peluk yang Regan ucapkan mengingatkan Alaric tentang apa yanv dia lihat kala pertama kali melihat Ameera diruangan Regan.
"Dan maksud loe ... Dia hanya mau dipeluk sama loe gitu?" Desis Alaric menatap Regan tajam.
Terlihat kening Regan mengerut mendengar pertanyaan Alaric, "maksud loe apa ..." suara Regan perlahan menghilang.
Alaric tidak lagi menatap Regan dan mulai menikmati mie istan didepannya.
"Oh ... Loe pernah liat Mela meluk gue ya?" Regan bertanya dengan nada menggoda, "atau jangan-jangan loe gak lagi chat atau telepon dia gara-gara lo nge ..."
"Enggak!" Bantah Alaric tegas.
Regan tertawa lepas, "pantes aja Mela bilang loe tiba-tiba ngilang gak pernah ..."
"Ya Tuhan ..."
Tak ..
Alaric meletakkan piring berisi mie ditangannya dengan sedikit membanting keatas meja tepat didepan mereka berdua.
"Apa diantara kalian tidak ada istilah prevasi?, segala hal diomongin?" Hardik Alaric dengan kesal.
Bahu Regang terangkat dengan cuek, "dia tidka mengatakan apapun, hanya saja ponselnya tidak lagi sering berdering beberpa hari sebelum lamu memintaku untuk menonaktifkan chip milikmu."
Regan berdiri dari duduknya, tatapan Alaric dan Regan masih bertautan.
"Loe tahu, sebelum loe masuk dan melihat kita pelukan. Loe tahu apa yang dia katakan?" Regan mendesa tampak kesal. "Apa yang dia katakan sebelum dia memeluk gue dengan senyum lebarnya?" Wajah Regan berubah datar, "seorang Alaric Lorenzo tidak mungkin menyukai seorang janda, dia mencoba menenangkan gue dengan memeluk gue dan gue membalas pelukannya karena gue tahu ..." ucapan Regan mengambang, "loe berhasil mengusiknya."
Regan menghela nafas dan m…
Beside You
Sama-Sama Suka
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 49 Episodes
Comments