Hanya ada keheningan yang mengisi ruang seni tersebut. Tak ada yang bersuara, selain Kaira yang mendengkur halus. Ketiga orang itu sama-sama tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing. Terlalu larut bertanya-tanya, kenapa semua bisa terjadi seperti ini. Rasanya mereka sedang bermimpi saat ini. Mimpi buruk lebih tepatnya.
Tak pelik bila dikatakan bahwa mereka ketakutan. Sangat ketakutan malah. Mereka hanya remaja biasa yang menjalani tahun terakhir di sekolah ini. Hendak meninggalkan kenangan yang berkesan dengan kesenangan, bukan dengan kesengsaraan seperti ini. Yang seharusnya dipenuhi senyum sumringah, bukan wajah seming ketakutan. Bila semua ini tidak terjadi, mungkin mereka akan pulang ke rumah dalam keadaan lelah karena menikmati festival sekolah. Bukannya malah kelelahan karena berlarian demi bertahan hidup di tengah wabah yang menyebar. Terlalu banyak pertanyaan dan juga prakira buruk mengenai keadaan diluar sana.
Cathleen yang lelah dengan semua prediksi buruk di kepalanya, memilih membenamkan wajah di atas lipatan tangan miliknya. Dia lelah memikirkan harus bagaimana dengan kondisi yang rasanya tak mungkin nyata adanya, tapi kenyataan seakan menamparnya. Dia lelah, kesal, sedih, dan bingung. Semua bercampur aduk menjadi satu. Dan semua semakin memburuk, kala dia mengingat bahwa telepon yang ditujukan pada seseorang tak kunjung mendapat balasan. Banyak prediksi buruk yang memenuhi kepalanya, dia berusaha untuk tidak terlalu memikirkan semua ini. Tapi, suara-suara di luar sana membuat dia tak bisa menghentikan diri berpikir yang tidak-tidak.
Apakah tak ada harapan untuk mereka bisa keluar dari sini dalam keadaan selamat ?
Apakah tak ada yang selamat lagi selain mereka berempat ? Semua sudah berubah ? Benar-benar tidak ada yang tersisa ?
Apakah dia (yang dinantikan memberi kabar) juga selamat sepertinya ? Atau malah sudah berubah menjadi-
Ah tidak, Cathleen berusaha menghapus pemikiran buruk yang terakhir. Itu tidak boleh terjadi. Dan dia berharap takdir pun…
Run Z
Section 05. Diskusi Sejenak
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 56 Episodes
Comments