Udara pagi masih basah oleh embun ketika Cakra berdiri di depan cermin, merapikan seragamnya untuk terakhir kali sebelum kembali ke akademi. Di balik pantulan kaca, matanya terlihat lebih tegas—lebih siap. Meski begitu, ada sorot sendu yang tak bisa ia sembunyikan.
Ibunya, dengan langkah pelan dan tangan menggenggam kotak bekal kecil, menghampiri dari balik pintu kamar.
“Yuk, berangkat. Nanti ketinggalan kereta,” ucapnya lembut.
Perjalanan menuju stasiun diisi keheningan yang hangat. Mobil berjalan pelan, seolah memberi waktu bagi keduanya untuk menyerap momen terakhir sebelum perpisahan sementara. Sesekali, Cakra melirik ke arah ibunya, ingin mengatakan sesuatu, tapi selalu urung. Ibunya pun sama. Hanya tatapan mata mereka yang berbicara.
Setibanya di stasiun, suasana pagi semakin ramai. Suara pengumuman keberangkatan bersahutan, menyeret waktu makin dekat ke momen perpisahan.
Di depan pintu masuk peron, sang ibu berhenti. Ia menatap Cakra lama, kemudian menepuk pundaknya dengan lembut.
“Jadi orang kuat itu bukan cuma di fisik, tapi juga di hati,” katanya, menahan getar di suaranya.
Cakra menahan napas sejenak, lalu mengangguk pelan. “Iya, Bu.”
Satu pelukan singkat mengakhiri percakapan itu. Tak perlu kata-kata lebih. Ia melangkah masuk ke peron dengan langkah mantap, membawa ransel di punggung dan semangat baru dalam dada.
Dari balik jendela kereta, sesaat sebelum kereta mulai melaju, ia masih sempat membalas lambaian ibunya—dan dalam benaknya, terlintas wajah Shifa yang tersenyum, menyemangati dari jauh. Hatinya hangat. Perjalanan ini bukan sekadar kembali ke akademi. Ini adalah langkah baru menuju versi dirinya yang lebih kuat.
Setelah berjam-jam duduk di dalam kereta, roda besi akhirnya berhenti di stasiun tujuan. Cakra turun dengan langkah mantap, udara dingin khas dataran tinggi langsung menyergap wajahnya—udara yang dulu terasa menekan, kini justru memberi semangat baru.
Begitu memasuki gerbang akademi militer, aroma tanah lembab dan suara sepatu beradu deng…
Di Ujung Cakrawala
Bab 17: Kembali ke Akademi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 59 Episodes
Comments