Hari Jumat ada acara makan malam di rumah Winter. Makan malam bersama rekan bisnis sekaligus sahabat lama papa dan mamanya. Seperti yang dikatakan orangtuanya satu minggu yang lalu, Winter harus ikut makan malam dengan mereka. Sebenarnya Winter ingin menolak, tapi papanya bersikap tegas dan tak mau perintah lelaki tua itu dibantah. Kalau sudah begitu, Winter pun takut melawan.
Sebenarnya hal penting apa sih yang membuat dirinya harus ikut makan malam juga? Ia jadi penasaran.
"Sayang, kamu udah siap-siap? Sebentar lagi tamu kita udah mau datang loh." ucap mamanya yang muncul dari balik pintu kamar. Winter masih berguling-guling santai di kasurnya sambil membaca komik. Ia menghentikan kegiatannya sebentar dan menatap ke arah sang mama.
"Emang makan malamnya jam berapa ma?" tanyanya. Jujur gadis itu masih betah berlama-lama dalam kamarnya.
"Tiga puluh menit lagi katanya keluarga Anggara sampai. Makannya ya pasti jam segitu." jawab Lusi, mamanya Winter.
"Oh, ya udah. Lima menit lagi aku mandi." sahut Winter enteng. Mamanya mengernyit aneh. Biasanya perempuan kalau mau siap-siap butuh waktu setidaknya satu jam untuk tampil cantik. Tapi putrinya ini memang lain. Make up saja hampir tidak pernah. Meski wajah sang putri tanpa polesan apapun tetap cantik, tapi menurut Lusi, malam ini gadis itu harus bergaya. Setidaknya pakai make up tipis. Karena hari ini adalah hari penting untuk keluarga mereka.
"Winter sayang, kamu usahain pake gaun ya. Terus poles dikit wajah kamu dengan make up. Tamu kita yang akan datang sebentar itu tamu penting. Pokoknya kamu jangan sampai malu-maluin papa dan mama." kata Lusi sebelum keluar. Winter menatap malas mamanya.
Makan malam doang ribet amat, batinnya.
"Iya ma, tenang aja."
"Ya udah, tiga puluh menit lagi kamu sudah harus dibawa. Ngerti?"
"Iya mamaku sayang," balas Winter lagi untuk yang kesekian kalinya. Mamanya ini benar-benar rempong. Gadis itu menghembuskan nafas panjang. Lalu akhirnya, mau tak mau masuk ke kamar mandi dan segera bers…
RAHASIA WINTER
Bab 45
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 48 Episodes
Comments
Rita
siap2 terkejut 🙂
2023-08-16
0
Lovey
nggak papa deh. mudahan dokternya nggak jahat
2023-08-16
0
Lovey
lah, dijodohin ternyata
2023-08-16
0