Di dalam dunia jiwa.
" Penguasa muda," ucap Hu San dan Jine Han menyambut kedatangan Qing Ruo sambil berlutut dengan hormat.
" Kalian berdua silakan pergi. Serahkan dia padaku!" ucap Qing Ruo dengan hangat dan ramah.
" Baik penguasa," jawab mereka bersamaan lalu meninggalkan tempat itu.
Setelah kedua orang itu pergi, Qing Ruo lalu mengarahkan pandangannya pada Sang Jenderal yang telah berada di dalam penjara yang menatapnya dengan kemarahan.
Dengan tenang Qing Ruo membuka pintu penjara dan memasuki ruangan itu lalu mengambil kursi dan duduk di hadapan sang Jendral.
Swhus....
Pedang Xue Luo yang masih tertancap di bahunya tertarik dan lenyap.
" Kamu badj***n dari daratan Ilahi, mengapa ikut campur dalam perang ini!?"
Qing Ruo menggelengkan kepalanya sambil menatap kearah jenderal tersebut dengan menyeringai.
" Jenderal, maaf aku tidak terpancing dengan kata-katamu," ucapnya tiba-tiba menarik topeng perak yang digunakan oleh sang Jendral dengan paksa.
" Kepa****t, bunuh aku, bunuh aku!"
" Jenderal aku yakin kamu ingin bunuh diri sebelumnya, tapi di dunia jiwa ini semuanya perlu izin dariku. Jika kamu benar-benar menginginkannya maka aku akan melakukannya tapi itu dengan caraku."
Qing Ruo lalu mengeluarkan bongkahan batu kristal yang ia ambil di pagoda merah yang ada di gunung Mayi sebelumnya. Sumber daya langka yang merupakan milik kerajaan Liang itu kini berada di tangannya.
" Semut api abadi," ucap sang jenderal mulai ketakutan.
" Oh ternyata anda ketakutan, tapi sebelumnya Anda meminta kematian. Saat aku ingin memberikannya, lalu mengapa begitu ketakutan?"
Wajah beringas dan garang Sang Jenderal kini berubah pucat pasi. Sebelumnya kekuatannya telah dikuras oleh racun roh akar jiwa, kini muncul lagi semut api abadi yang siap mengorek inci-perinci tubuhnya.
" Badji***n keparat ini ternyata memiliki banyak trik!" ucapnya mengumpat dalam hati.
" Jika tidak ingin merasakan nikmatnya sentuhan semut api ini, maka jawab pertanyaanku!"
" Ba.. Baik!" Jawabnya ter…
Penguasa Benua Teratai Biru
340. Informasi Dari Sang Jenderal.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 488 Episodes
Comments
cheng phong
dimana orang bisa mengambil pasukan sampai puluhan ribu, itu baru 1 klang, berarti penduduk zaman dahulu itu lebih banyak dibandingkan sekarang, orang demo di monas saja yg jumlahnya ribuan sdh seperti semut.
2025-09-01
1
Eyang Kakung
bunga perang kalee bukan bunga perak
2025-02-03
2
Arwin Atune
meyamar
2024-03-23
1