Di sebuah ruangan yang tertutup, Raisa dan Tamara bertemu. Tempat tersebut Raisa pilih agar bisa menjaga privasi Tamara juga.
Raisa bukan tipe orang yang suka basa-basi jadi wanta itu langsung bicara pada intinya.
"Aku tahu kamu pasti sibuk. Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk menemuiku yang bukan siapa-siapa. Aku yakin kamu sudah tahu tentang video yang tersebar di media sosial. Apa yang kamu pikirkan sekarang?"
"Kenapa kamu menanyakan apa yang aku pikirkan? Bukankah itu tidak penting? Yang penting, harusnya kamu memintaku untuk melakukan klarifikasi tentang itu semua."
Raisa menggeleng, ia yakin dengan berjalannya waktu, berita itu pun akan tak dibicarakan lagi oleh orang-orang karena pastinya akan ada banyak berita-berita baru lagi. Tapi, tentang yang dipikirkan Tamara, itu penting baginya. Karena dirinya pun merasa bersalah akan keputusan Edgar padahal di pertemuan pertama mereka waktu itu, Raisa sudah menyakinkan Tamara kalau Edgar mencintai wanita itu.
"Aku tahu dan bisa melihat seperti apa kamu dari cara kamu bicara dan sikapmu. Kamu bukan orang yang seperti dikatakan oleh mamaku."
Raisa merasa lega mendengarnya.
"Sebagai putrinya, aku mewakilinya untuk meminta maaf padamu. Dia begitu menyayangiku sampai-sampai dia tak sadar apa yang dia lakukan sudah sangat keterlaluan dengan membuat heboh dan memfitnah orang di depan umum. Aku harap kamu tidak membawanya ke jalur hukum."
"Aku tidak sejahat itu. Apalagi kamu sebaik ini. Edgar beruntung pernah memiliki kamu. Dia benar-benar pria bodoh karena sudah meninggalkan wanita sebaik kamu."
Tamara tersenyum tipis lalu berkata, "Mau aku sebaik apapun di mata orang lain, di mata Edgar kamulah yang dicintainya. Matanya tak bisa berpaling darimu. Bahkan ketika menceritakan si kembar, dia begitu antusias. Tergambar sangat jelas dia begitu menginginkan kembali bersamamu dan si kembar. Lantas aku bisa apa? Orang yang aku sukai tak mengharapkan aku. Aku sadar betul, jika terus meneruskannya, akulah yang akan paling tersakiti."
"Maaf, maafkan aku yang tiba-tiba muncul," ucap Raisa meminta maaf.
"Bukan salah kamu. Aku yakin inilah yang Tuhan kehendaki. Dia ingin aku menemukan jodohku yang sebenarnya dan Edgar bukanlah orangnya."
Raisa benar-benar kagum dengan Tamara. Hati wanita di depannya ini sungguh baik seperti malaikat. Bahkan dia tak mencaci maki dirinya ataupun menampa…
Cinta Kita Belum Usai
Part 53
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 105 Episodes
Comments
Rusmini Mini
pasti yg mau di kenalin teman Jena itu si Bian anak pak Baskoro
2026-02-14
0
Emak Aries
Jena mau ngenalin Bian anak Pak Baskoro ke Tamara kayanya nih
2025-04-21
0
Yuliati Soemarlina
thor tamara jodohkan saja ke anaknya pak baskori..sama" baik
2025-12-24
0