"Ada apa bapak memanggil saya?" tanya Joey ke Daniel ketika ia baru samoai di kantor kepala sekolah.
"Kamu duduk dulu. Nggak mungkin saya berbicara dengan kamu, sementara kamu berdiri di sana.
Daniel menunjuk kursi yang ada tepat di hadapannya itu.
"Baik, pak. Trimakasih." ucap Joey.
Sebenarnya Joey agak takut karena jarang-jarang kepala sekolah memanggilnya ke kantor sendirian. Bukan jarang, tapi baru kali ini. Masuk ke ruang kepala sekolah menurutnya karena ada hal yang sangat genting, makanya Joey merasa takut.
Tangannya mulai dingin, jantungnya sudah berdegup kencang dari tadi setelah tau kepala sekolah memanggilnya ke kantor. Ia mulai gugup. Daniel bisa melihat itu semua karena Joey bukanlah orang yang bisa menyembunyikan apa yang dia rasakan.
"Begini Joey, pemilik sekolah ini menunjuk kamu untuk mengikuti study tou**r ke luar negeri. Belaiau mengatakan bahwa kamu adalah sosok yang tepat untuk mewakili sekolah berkunjung ke sana." ucap Daniel menjelaskan.
"Maksudnya, pak?" tanya Joey yang mulai bingung.
"Kamu akan pergi ke luar negeri untuk berkunjung ke sekolah-sekolah yang mendidik anak berkebutuhan khusus. Kamu kan bisa bahasa inggris." ucap Daniel lagi.
"Bisa sih pak tapi, sedikit." ucap Joey.
"Tugas kamu di sana nanti adalah memperhatikan bagaimana mereka mendidik anak-anak, bagaimana programnya, fasilitas pendukungnya, dan banyak lagi." ucap Daniel lagi.
"Apakah saya ke sana sendirian, pak?" tanya Joey lagi.
"Nggak. Kamu akan pergi dengan saya. Itulah perintah dari pemilik sekolah ini." jawab Daniel tersenyum.
Joey malah tidak senang. Ia sangat berharap pergi bersama guru yang lain. Kenapa? Karena menurutnya pergi berduaan dengan kepala sekolah adalah hal yang menegangkan.
Mau tak mau ia harus bersikap kalem, jaga image. Seganlah dia untuk bertindak seperti biasanya ke teman-temannya.
"Bagaimana? Apakah kamu mau menerima tawaran ini?" tanya Daniel yang melihat Joey sedang melamun.
"Bi-bi-bisakah saya digantikan guru lain, pak?" tanya Joey menawar.
Ia berb…
Sad Ending
Tawaran Daniel
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 102 Episodes
Comments
ANRI
agak teriris saat warga memandang mereka jij*k. kenapa ya mereka begitu. padahal itu bukanlah keinginan mereka. coba bayangkan, bila keluarga kita mempunyai anak spesial seperti mereka. akankah batin nya kuat?
mereka juga ciptaan Tuhan yang paling berharga. agak perih kurasa, perih yg tak berdarah
2021-05-02
0
chonurv
saya pun kalau terlanjur asyik tanpa sasdar pakai aku kamu.
2020-12-28
0
Pentol2 🤗
Idih jahat bener tuh warga
2020-10-11
2