Keesokan paginya.
Seperti biasa Devano selalu menyiapkan sarapan untuk dirinya dan istrinya. Menu sarapan pagi ini, Devano membuat nasi goreng udang bawang. Devano menata dua prosi nasi gorengnya dengan tambahan toping potongan sosis di atasnya. Tampilannya tidak kalah dengan nasi goreng di resto atau kafe.
Setelah selesai menyiapkan sarapan, Devano segera mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke tempat kerjanya. Sementara Keisha masih terlihat sibuk mengerjakan tugasnya untuk presentasi minggu depan. Sejak tadi malam Keisha mengerjakan tugasnya dan masih harus dilanjutkan pagi ini agar sebelum berangkat ke Surabaya tugasnya sudah selesai. Sepertinya pulang dari Surabaya ia tidak akan sempat mengerjakannya.
Kemarin malam sebenarnya, Devano ingin mengajak Keisha ngobrol. Devano ingin menjelaskan kenapa id card Naura berada di mobilnya, dan ia memang mengantarkan Naura pulang ke kostnya. Tapi melihat Keisha kemarin malam sibuk dengan tugasnya, Devano mengurungkan niatnya.
Dan sikap Keisha pun masih sama seperti tadi siang saat bertemu di kantor di ruangan Presdir ayah mertuanya, tidak ada senyuman, menghindar saat diajak bicara dan menjawab seperlunya. Devano sendiri bersikap seperti biasa seolah tidak terjadi apa-apa, ia tahu Keisha sedang ngambek.
Pagi ini Devano mengajak Keisha untuk sarapan dan Keisha hanya menjawab, "duluan saja, tanggung tugasnya sedikit lagi." Devano pun tidak bisa memaksanya. Akhirnya Devano menikmati sarapannya di meja makan seorang diri.
****
Setibanya Devano di tempat kerja, ia disibukkan dengan meeting internal divisinya membahas laporan proyek Semarang yang beberapa hari lagi akan disupervisi oleh Devano. Meeting pun selesai sebelum jam istirahat. Sambil menunggu waktu istirahat, Devano mengecek lagi beberapa laporan proyek yang masuk ke divisinya. Hingga tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu ruangannya.
Devano langsung mengenali siapa suara di balik pintu ruangannya. Ia mengerutkan dahinya, merasa aneh Lucky datang ke ruangannya, biasanya ia dihubungi untuk datang ke ruangan Presdir.
"Masuk pak Lucky, silahkan duduk." Devano mempersilahkan Lucky untuk duduk.
"Maaf mengganggu waktunya pak Devan."
"Gak sibuk kok pak Lucky, tumben datang kesini ... padahal panggil saja nanti saya akan ke atas," ucap Devano.
"Sekalian saja sebelum ke ruangan mampir dulu ke sini. Nih ada titipan dari Bu Astri," ucap Lucky memperlihatkan bungkusan dan meletakkannya di meja.
"Apa ini?…
Pemuda Tampan Incaran Wanita
Keisha Berulah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 157 Episodes
Comments
Hariyati
kurang panjang thor
2024-06-27
1