Dua petugas berseragam cokelat itu lantas menjelaskan maksud kehadiran mereka untuk melakukan penangkapan terhadap Evan atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang telah ia lakukan terhadap istrinya. Seperti sudah jatuh tertimpa tangga, laki- laki itu tak pernah menyangka bahwa istrinya akan sebegitu cepatnya bertindak atas dirinya. Dengan pasrah Evan mengikuti saja dua petugas itu, meninggalkan Aluna yang masih tercengang di balik dinding penyekat karena terkejut atas berita penangkapan itu. Pikirannya turut kacau karena ia tak pernah menyangka bahwa sosok Ega yang selalu sabar ternyata dapat berubah secepat itu. Gadis muda itu seketika kembali meraba pipinya mengingat kemurkaan Ega yang menampar dirinya secara bertubi- tubi tempo hari. Tubuhnya bergetar, nyali gadis itu mulai menciut. Usahanya untuk menjatuhkan citra sang penata rambut dengan menyebarkan foto itu, ternyata tak banyak membantunya. Perempuan yang telah ia rebut suaminya ternyata bukanlah perempuan lemah seperti yang ia pikir selama ini.
“Apa yang harus aku lakukan sekarang?” gumam gadis itu dengan suara bergetar.
...***...
Iko berjalan memasuki unit apartemennya dengan langkahnya yang tenang. Penanda waktu pada arloji yang melingkar di tangan kirinya menunjukkan pukul dua belas lewat sepuluh menit dini hari. Laki- laki itu sengaja pulang larut untuk menghindari kerumunan wartawan yang sejak pagi menunggunya di depan area apartemen yang ia tinggali. Sepi, apartemen itu seperti bangunan megah tak berpenghuni jika malam hari. Perlahan laki- laki itu merebahkan tubuhnya di atas sofa. Angannya kembali teringat saat ia mengecup lembut sudut bibir Ega yang terluka. Seperti melepas segala rasa yang selama ini tertahan, laki- laki itu dengan jelas dapat merasakan bahwa sebenarnya Ega memiliki getaran rasa yang sama, namun entah mengapa rasa itu begitu sulit ia ungkapkan. Iko meraih ponsel pintarnya berniat untuk menghubungi perempuan tersebut, namun urung ia lakukan. Ia tak ingin dianggap mengambil kesem…
Pembalasan Istri CEO Dan Sang Idola
BAB 27: SLEEP CALL
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 58 Episodes
Comments
borjun as
tdk usah melakukan apa2,cukup menunggu kehancuran karirmu saja.. ingat,saat kamu menabur angin,kamu akan menuai badai
2023-10-06
1