"Seharusnya, daritadi kau pergi dari sini, Anjani." Tristan memperingatkan temanku.
"Bagaimana kau tahu nama temanku? Sejak kapan kau memata-matai kami?"
"Hei, jangan kaget jika sekolah memiliki banyak mata dan kuping dimana-mana. Sudah tidak heran lagi, kau dengan seperkumpulan teman-temanmu itu, membantumu masuk menyelinap kedalam ruangan kerja ayahku. Betul atau betul?"
"Sialan! Dia tau semuanya malam itu." Rio semakin tak kuat mendengar penjelasan.
"Tapi tenang saja, semua akan berakhir normal seperti biasanya."
Tristan menyiulkan bunyi panggilan. Aku mendengar merasa sesuatu akan semakin tak beres.
"Siapa yang dia panggil?"
Enam orang mendatangi tempat perkelahian kami. Semuanya berpostur rapi, menggunakan seragam hitam. Siapa lagi, kalau bukan para petugas khusus, seperti kejadian penangkapan paksa Bu Veronica.
"Selamat sore, ketua." Kelima petugas menundukkan kepala bersama dan kembali tegak.
"Bawa mereka berdua ke ruanganku." Suruh Tristan, mendahului kami semua.
"Apa!?" Ucap Abimana semakin panik.
"Baik, ketua." Kelima petugas memegangi tubuhku.
Aku tak bisa bergerak bebas, meraung-raung. Kedua kakiku, dipegang paksa oleh dua orang. Menyumpal mulutku dengan lakban hitam oleh salah satu petugas agar tidak bisa berbicara lagi. Sementara itu, Anjani ikut dibawa oleh kedua petugas lainnya. Sebelumnya, dia menendang keras salah satu petugas bermasker hitam, namun tetap saja Anjani kalah melawan. Kedua tangan, diborgol. Menutup hidung Anjani, dengan kain lap yang sebelumnya telah diberi obat tidur dalam bentuk cair. Anjani, terlelap akan tidurnya.
Ponsel dalam sakunya tadi, tak sengaja terjatuh di atas tanah saat mereka semua pergi dari tempat ini.
Rio Dewantoro ikut mengantuk. Tubuhnya semakin melemah, karena luka yang dialami, serta bagian kepalanya yang masih mengeluarkan darah merah segar. Kelopak matanya, tak kuat lagi menahan. Dalam rintihan, dia berkata kecil, "Bim...Selamatkan kami." Langsung terlelap tidur.
.........
Scene Abimana Dwisasana
Abimana berja…
Till We Meet Again
Dibawa Petugas
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 45 Episodes
Comments