...'Terkadang kita di pertemukan dengan orang yang tidak sedarah, namun memiliki rasa kekeluargaan yang tinggi.'...
...°...
...°...
...°...
...°...
Bel istirahat sudah berbunyi sejak 5 menit yang lalu. Para penghuni kelas sudah berduyun-duyun keluar menuju kantin. Mereka Meninggalkan kelas tanpa membereskan meja mereka yang berserakan. Jika itu kebiasaan murid pada umumnya maka lain halnya dengan sepasang sahabat yang masih setia tetap di dalam kelasnya.
"Na, kamu nggak ada niatan ke kantin gitu?" tanya Anna memandangi Nasya heran.
Gadis itu sedari tadi terus menenggelamkan kepalanya di tangannya. Meskipun jam pelajaran sedang berlangsung dia tetap tertidur pulas di kelas. Ajaibnya guru tidak sadar jika Nasya tertidur.
Nasya bergeming. Tidak membalas ucapan Anna ataupun hanya sekedar menatap wajahnya.
"Kamu kenapa, sih?" Anna menyadari ada hal yang tak biasa pada Nasya.
Pasalnya selama dua tahun Anna sekelas dengan Nasya. Nasya itu termasuk anak yang tergolong ambis. Jadi heran saja jika gadis itu tertidur pulas di jam pelajaran.
Anna meletakkan telapak tangannya di kening Nasya. Pupil hazeltnya membesar seketika. Telapak tangannya bagai terciprat air mendidih.
"Kamu sakit, Na? Kok nggak ngomong, sih?" ucapnya setengah berteriak heboh. Gadis itu menggoncang kuat lengan Nasya.
Nasya yang merasa di guncang pun sedikit terganggu dari tidurnya. Ia mengarahkan kepalanya tepat dimana Anna berada.
"Paan sih, An?!" ucap Nasya sedikit membentak.
Netra biru laut itu menajam seketika. Tidak bisakah sehari saja gadis itu tidak bertingkah resek? Padahal Nasya hanya ingin tidur sebentar. Pikirnya.
"Aku khawatir sama kamu, Na! Salah kalo aku khawatir sama sahabat sendiri?!" balas Anna dengan nada sewotnya.
"Loh, kok jadi malah elo yang sewot, sih?!" Nasya mengangkat kepalanya menatap Anna sinis.
Anna menyipit matanya menelisik manik biru laut Nasya. "Pasti sakit gegara hujan-hujanan, 'kan?"
Nasya gelagapan. Tebakan Anna selalu benar. "Ng-ngak!"
"Bener apa bener?" Netra…
Terjerat Benang Merah
{⁵} He's again
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 28 Episodes
Comments