Fandi yang saat itu tak mendengar seruan masuk di dalam ruangan CEO, lantas memutuskan untuk masuk ke dalam.
Helaan napas terdengar berhembus kasar ketika mendapati Daniel tengah tertidur di kursi kebesarannya saat itu.
"Sepertinya Tuan kelelahan, aku akan memberinya waktu istirahat sebentar sebelum pulang." ucap Fandi sambil berbalik badan hendak berlalu pergi dari sana.
Hanya saja sebelum Fandi sempat melangkahkan kakinya keluar dari sana, sebuah teriakan yang berasal dari Daniel lantas mengejutkan dirinya.
"Tidak..."
"Tuan...."
.
.
.
.
Fandi terlihat meletakkan secangkir air putih tepat di hadapan Daniel, membuat Daniel yang melihat hal tersebut lantas meminumnya hingga tandas.
"Apakah anda baik-baik saja Tuan? Mau saya panggilkan dokter untuk anda?" ucap Fandi yang melihat Daniel berkeringat dingin.
"Tak perlu, lagi pula ini bukan pertama kalinya bukan?" ucap Daniel sambil menyandarkan tubuhnya seakan hendak mengistirahatkannya sejenak.
"Apa ada yang mengganggu anda Tuan?" tanya Fandi kemudian dengan ragu.
"Setelah bertahun-tahun lamanya aku berhasil bangkit dari rasa bersalah dan juga penyesalan yang mengakar dalam diriku. Ketika rasa itu mulai kembali goyah ketika kedatangan seseorang, apakah menurut mu aku akan kembali ke dasar jurang yang sama setelah bertahun-tahun berlalu?" ucap Daniel dengan tarikan napas yang berat menyertai setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya.
"Apa ini tentang keterkaitan Kalaya dengan kecelakaan beberapa tahun yang lalu Tuan?" ucap Fandi mulai menebak arah pembicaraan Daniel saat ini.
"Entahlah, aku bahkan tidak terlalu yakin akan hal itu." ucap Daniel sambil menatap ke arah kaca jendela yang terletak di belakang meja kerjanya.
".."
"Apa Papa tiba malam ini?" ucap Daniel kemudian, yang lantas membuat Fandi mengernyit begitu mendengarnya.
"Jika menurut agenda yang saya terima, seharusnya sesuai dengan perkataan anda." ucap Fandi sambil mengingat-ingat.
"Baiklah kalau begitu..."
***
Malam harinya di Mansion utama
Mobil yang dikend…
I Can(T) Hear
Bab 6
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 76 Episodes
Comments