"Parece haber un enemigo en el restaurante. Todos tenemos que entrar!" (Sepertinya ada musuh di dalam restoran. Kita semua harus masuk ke dalam!)
Mark memberikan sebuah instruksi kepada semua orang yang ada disana untuk segera masuk ke dalam restoran, setelah mendengar ada suara tembakan yang terdengar di dalam restoran Sky tersebut.
Namun, tiba-tiba saja terdengar suara gemuruh, bahkan terdengar suara tembakan sangat amat keras.
Zdor!
Rupanya Noah telah menembakan peluru ke atas sebagai pertanda penyerangan.
"Ataque!" (Serang!) Noah berteriak, dia memberikan sebuah instruksi kepada semua anggota Lucifer untuk segera menyerang lawan.
Gerbang restoran pun telah berhasil mereka lumpuhkan, mereka segera menyerang para anggota The Avengers yang telah dibekali dengan senjata yang lengkap.
"Shittt!" Mark mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam restoran, karena mereka nampak kewalahan harus menghadapi para anggota Lucifer yang tiba-tiba saja menyerang mereka.
Baku tembak pun tidak bisa dihindari antara semua anggota Lucifer dan semua anggota The Avengers.
Zdor!
Zdor!
Zdor!
Suara tembakan terdengar saling bersahutan, mereka saling menyerang melepaskan tembakan. Peperangan antara kedua kelompok mafia terkuat tak terelakkan lagi, terdengar suara senjata sahut menyahut memecahkan kesunyian dinginnya malam.
Suasana malam ini begitu suram dan menyeramkan. Peperangan antar kedua kelompok mafia itu berjalan dengan kekuatan yang seimbang.
Noah dan Mark tidak akan mungkin masuk ke dalam restoran, karena mereka sama-sama memimpin peperangan diantara kedua kelompok mafia itu.
Noah bersembunyi di belakang sebuah mobil minivan, kemudian dia melepaskan tembakan kepada lawan.
Zdor!
Zdor!
Kedua tembakan yang dia lakukan secara berentetan telah berhasil menembus kepala dua orang lawan secara bergantian.
Kemudian dia menundukkan kepalanya ketika ada sebuah peluru yang hampir saja menembus kepalanya, rupanya Mark sedang mengincar sang kaki tangan dari Jonathan itu.
Ternyata ada empat orang anggota The Avengers yang telah berhasil masuk ke dalam restoran tersebut, mereka harus menyelamatkan Edward sebagai sang ketua mafia.
Jonathan segara menarik tangan Luna, untuk mencari tempat persembunyian. "Ikut aku!"
"Shittt, mau berlari kemana kalian?" Edward menodongkan pistol ke arah Luna, untuk menembaknya, dengan tangan kiri, karena tangan kanannya terluka.
Zdor!
Beruntung Jonathan segera merangkul Luna, membungkukkan badan keduanya, membuat peluru tersebut hanya melesat dengan cepat diatas kepala mereka.
Kemudian Jonathan membawa Luna bersembunyi di sebuah ruangan yang ada di restoran tersebut.
"Kamu jangan takut. Aku tidak akan membiarkan kamu terluka!" Jonathan mencoba untuk menenangkan Luna, dia tidak akan pernah membiarkan Luna terluka, bahkan dia rela mati untuk menebus semua kesalahannya kepada Luna.
Wajah Luna nampak pucat, walaupun suasana malam ini sangat menegangkan, tapi selalu berusaha untuk terlihat tenang. Wanita itu pun menganggukkan kepalanya.
Jonathan membawa pistol dari tangan Luna untuk menyerang lawan.
Edward dan keempat anak buahnya begitu buas menyerang Jonathan dengan terus melepaskan tembakan ke arah ruangan tempat Jonathan dan Luna bersembunyi.
Tidak ada rasa takut dan tak ada kata menyerah bagi Jonathan, dia berusaha untuk melawan mereka.
Zdor!
Zdor!
Zdor!
Suara tembakan saling bersahutan di dalam ruangan yang megah itu, menghancurkan apapun yang ada disana.
Zdor!
Satu tembakan yang dilepaskan oleh Jonathan telah berhasil mengenai kepala lawan, membuat orang itu tumbang dan mati seketika.
Zdor!
Satu tembakan lagi berhasil mengenai dada lawan.
Sehingga kini musuh di dalam restoran tersebut hanya tersisa Edward dan satu anak buahnya, mereka sedang bersembunyi di bawah kolong meja, sambil tiada henti melepaskan tembakan menyerang Jonathan.
Sementara, di luar sana, masih banyak peperangan antar kedua kelompok mafia itu masih berlangsung sengit. Begitu banyak darah yang telah berceceran dimana-mana, dan banyak mayat bergelimpangan di halaman restoran tersebut.
Mark tidak sengaja melihat ke arah jendela dari kejauhan, dia melihat ada Jonathan dan Luna yang sedang bersembunyi di sebuah ruangan, Jonathan terlihat sedang sibuk melepaskan tembakan ke arah Edward dan satu anggota The Avengers.
Tarikan bibir Mark membentuk seringai, dia mengarahkan pistol ke arah jendela untuk menembak Luna. Kemudian dia memicingkan matanya, memastikan moncong pistol yang dia bawa tepat sasaran. Dia pun mulai menarik pelatuk, dan peluru pun terlepas cepat.
Zdor!
Prang!
Suara tembakan dan pecahan kaca terdengar bersamaan, peluru melesat dengan cepat ke arah Luna.
"Luna!" Jonathan tercekat, dia segera berlari untuk melindungi Luna, berdiri di depan wanita itu.
Sehingga peluru tersebut berhasil mengenai dadanya Jonathan.
"Jonathaaaan!" Luna berteriak histeris.
Mark mengarahkan kembali pistolnya untuk menembak Luna, tapi...
Zdor!
Sebuah peluru menembus dengan cepat ke kepala pria itu. Rupanya Noah telah berhasil menembak kepala Mark.
Menantu Buruk Rupa Menjadi Mafia
Bab 82
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 115 Episodes
Comments
Ari Ani
mati jga si mark
2024-09-17
3
Sulaiman Efendy
MMPUS JUGA TU AKHIRNYA SI MARK .
2024-08-04
1
Imam Sutoto
seruuuu lanjut
2024-07-27
0