“Mas… bangun, Mas. Udah jam 5 tuh,” Anjani menggoyang-goyangkan tubuh sang suami yang tak kunjung bangun, malah beringsut menarik selimut.
“Lima menit lagi ya bangunin aku, ngantuk banget nih, sayang. Hawanya syahdu, cocok buat sembunyi di dalam selimut,” ujar Andra sembari meringkuk di dalam selimut nya. Anjani melengos, memilih untuk menyiapkan pakaian Andra terlebih dulu.
*klunting*
Ponsel Anjani berdenting, ada pesan masuk. Yang ternyata dari Andri. “Mas Andri? Ngapain pagi-pagi gini nge-chat
aku?” gumam nya sembari meraih ponsel yang berada di atas meja nakas.
[Pagi, Ni..] hanya ucapan basa-basi, membuat Anjani enggan membalas chat nya.
Anjani kembali ke posisi awal, di depan almari, menyiapkan pakaian yang akan di pakai suami nya kerja.
“Mas.. udah lima menit, banguuuun” Anjani memanggil suami nya sedikit teriak, karena jarak almari dan ranjang nya sedikit jauh.
Andra menggeliatkan badan nya “Iyaaa…” suara nya serak, mata nya masih menyipit, dan nyawanya belum sepenuhnya bersatu.
“Mandi gih, udah jam lima lewat tuh!” Anjani kembali ke arah ranjang dengan membawa pakaian Andra.
“Siap, Nyonya!” canda Andra yang sudah turun dari ranjang dan melangkah ke kamar mandi dengan gontai.
Anjani tersenyum melihat tingkah suami nya dari pantulan cermin yang ada di depan nya.
***
“Sudah siap, Mbak sarapan nya?” tanya Anjani memastikan. Mata nya mengedar ke seluruh makanan yang terhidang di meja makan.
“Sudah, Mbak,” kedua ART nya memang sengaja di suruh Anjani untuk memanggil nya dengan sebutan Mbak saja, lebih terdengar santai, daripada harus memanggil nya nyonya ataupun nona, apalagi Ibu.
Anjani melangkahkah kaki ke lantai atas, berniat memanggil Andra, tapi Andra sudah keburu keluar kamar.
Dia pun menunggu Andra di tangga bawah.
Melihat penampilan Andra yang memakai setelan jas hitam, dengan sangat rapi, sungguh membuat nya tak menyangka akan takdir nya menjadi istri dari seorang CEO tampan, yang pada awal nya sangat lah menguras emosi. Namun kini, dia sangat bersyukur…
Alandra & Anjani
Chapter 28
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 29 Episodes
Comments