Yang ditampar membuka mata, kemudian terbatuk. “Sial,” umpat Deny. “Siapa yang mau bunuh diri? Tadi aku tenggelam.”
“Dalam bak mandi?” cibir Maila. “Please, Deny. Tubuhmu yang setinggi tiang itu menyangkalnya.”
“Aku nggak bohong. Tadi, aku seperti tenggelam di dalam danau tak berdasar.” Wajah tegang Deny membuat Maila yakin bahwa pemuda itu sedang tidak berbohong. Maila masih bingung harus memberikan respon bagaiama, jadi ia hanya meminta Deny untuk segera berganti pakaian sebelum ia masuk angin.
Deny tak banyak membantah, ia memang sudah kedinginan. Maila membantu menyiapkan setelan baju untuknya sebelum keluar kamar.
“Maila…” panggil Deny sebelum gadis itu melewati pintu depan. Maila menoleh, “kenapa?”
“A-aku… minta maaf…” kedua bola mata Deny bergerak-gerak ketika mengatakan itu, dan itu membuat Maila tertawa.
“Kenapa malah ketawa, sih?” Deny sewot melihat Maila. Gadis itu buru-buru menyimpan tawanya kembali. “Maaf, aku cuma nggak nyangka kamu minta maaf.”
Deny mendengus kesal, kalau tahu begini, Deny tidak mau minta maaf tadi.
“Padahal aku yang harusnya minta maaf,” sahut Maila, dan saat itu juga Deny terdiam beberapa saat sebelum mengatakan, “aku kedinginan, bisa keluar sekarang? Aku mau ganti baju. Atau kamu di sini saja juga tidak apa-apa.”
Seketika muka Maila memerah, terbakar rasa malu. Deny tersenyum geli saat melihat Maila yang terbirit keluar kamar dan membanting pintu kamar.
***
“Sepertinya kalau dokter nggak bakal bisa bantu masalah mas Deny,” respon Aini ketika Mayang menyampaikan ide untuk membawa Deny ke psikiater.
“Lalu, baiknya gimana, Bi?”
“Mending bawa mas Deny ke Kyai Saleh saja. Beliau seorang guru besar di pesantren Ar-Rahman,” usul Aini yang langsung diterima oleh Mayang. Ia memang sudah buntu dalam urusan ini. Hardy masih sibuk di luar kota, itu berarti ia sendiri yang harus mengatasi masalah Deny, sendiri.
Saat melihat Maila keluar dari kamar Deny, Mayang terheran melihat wajah Maila yang memerah. “Kamu kenapa, Maila?”
Maila duduk di kurs…
Kutukan Boneka Kayu
Kesembilanbelas
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 21 Episodes
Comments