Beberapa orang dari prajurit mataram itu pun bergegas meninggalkan padepokan gunung wilis tersebut.
Mereka berlompatan melalui dinding pagar padepokan yg tidak terlalu tinggi dan sebahagian besar telah rusak akibat peperangan yg terjadi, mereka meninggalkan arena pertarungan dari tempat tersebut.
Sebahagian dari teman-teman nya yg terluka maupun yg telah tewas mereka tinggalkan begitu saja.
Dua orang pemimpin nya yaitu Rangga Jumeno dan Rangga Sura Wiguna langsung memberikan perintah untuk berhenti tatkala sudah cukup jauh dari padepokan itu.Karena mereka melihat tidak ada yg mengejar mereka.
Adalah Rangga Jumeno lah yg bertanya kepada temannya ini.
" Kakang Wiguna, apa tidak sebaiknya kita membawa kanjeng tumenggung Mintho Rogo itu ?" tanya nya kepada Rangga Sura Wiguna.
" Ah, itu tidak mungkin kita lakukan adi Jumeno, jumlah mereka terlalu banyak, belum lagi pemuda yg bergelar ksatria mataram itu , memiliki ilmu yg sangat hebat , akan sama saja kita mengantarkan nyawa bila harus kembali dan mengambil kanjeng Tumenggung dari tangan mereka " jelas Rangga Sura Wiguna.
" Lalu apa yg akan kita katakan kepada kanjeng susuhunan mengenai nasib kanjeng tumenggung itu ?" tanya Rangga Jumeno lagi.
" Yeahh, mau apa lagi , kita katakan yg sebenar nya bahwa kanjeng tumenggung telah tewas dalam perang tanding melawan raden Truna Jaya , agar kanjeng susuhunan pun tahu keadaan mataram saat ini, raden Truna Jaya merupakan ancaman yg paling serius kali ini, dengan kekuatan pasukan dan pendukung nya, tahta mataram akan jatuh bila susuhunan tidak mau mendengar perkataan kita " terang Rangga Sura Wiguna.
" Maksud kakang ?" tanya Rangga Jumeno tidak mengerti.
" Heahhh "
Sambil menghela nafas nya yg berat , Rangga Sura Wiguna pun menerangkan maksud ucapan nya mengenai keengganan dari junjungan mereka untuk menambah pasukan melalui pendadaran yg selama ini di lakukan oleh Kanjeng Sultan Agung.
Bahwa kenyataan nya saat ini mataram benar-benar kekurangan prajurit yg tangguh dan tanggon deng…
Pendekar Pilih Tanding II : Ksatria Bhumi Mataram.
#3 Tidak terkalahkan.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 199 Episodes
Comments
Windy Veriyanti
siapakah yang memandang sinis tersebut?
2024-11-20
1
Teh Mbak Sri
Tetep semangat ya Thor...
Lanjuttt..
2024-11-19
0
Sarip Hidayat
waaaaaaah sapa yaaa
2024-11-20
0