Tepat jam tujuh malam mobil Jonathan sudah parkir di depan rumah Nadine, dia turun dari mobilnya dan mengetuk pintu rumah Nadine. Cukup lama dia berdiri di depan pintu sebelum akhirnya pintu itu terbuka. Tampaklah seorang gadis cantik dengan balutan gaun warna peach yang menambah cerah kulitnya.
Jonathan diam di depan pintu, memperhatikan penampilan Nadine dari atas ke bawah. Jonathan terbiasa melihat barang-barang ibu atau kakak perempuannya yang bermerk. Jadi sekali lihat saja, Jonathan tahu kalau semua yang melekat di tubuh Nadine saat ini bukan barang murah.
“Kenapa liatin saya kayak gitu? Penampilan saya nggak bikin kamu malu kan?” Nadine merasa risih melihat Jonathan memperhatikannya seperti itu. Lagi pula dia merasa kalau penampilannya tidak akan mengecewakan Jonathan.
“Nggak, ayok.” Nadine berdecak lalu mengikuti langkah lebar Jonathan.
Perjalanan mereka kembali di temani kesunyian hingga akhirnya Nadine mulai bertanya untuk sekedar mengusir rasa bosannya.
“Saya harus gimana sama teman-teman kamu?” Jo meliriknya.
“Biasa aja, nggak usah ngomong yang macam-macam.” Nadine mengangguk-anggukkan kepalanya, lalu dia bertanya lagi.
“Kamu nggak ninggalin saya lagi kan kalau ketemu sama Sofia Karla?” Jonathan meliriknya lagi sekilas.
“Sofia nggak akan datang.” Katanya denagn yakin.
“Berarti kalau Sofia datang, kamu mau tinggalin saya lagi dong.” Jonathan hanya diam dan tidak menjawab pertanyaannya. Di kepalanya sedang muncul tanda tanya tentang siapa Nadine ini sebenarnya. Waktu ke pesta orang tuanya, Jonathan melihat tasnya yang juga branded. Lalu sekarang dia juga melihat semua yang Nadine pakai bukan barang murah. Dengan usahanya sebagai penjual bunga dan tanaman hias, tidak mungkin dia bisa membeli barang-barang itu. lalu dari mana dia bisa mendapatkannya. Apakah Nadine punya pekerjaan lain, ataukah...?
Jonathan coba mengabaikan apa yang ada di fikirannya. Toh apapun yang Nadine lakukan itu bukan urusannya. Mereka hanya terikat kerja sama sementara. Setelah Jonath…
Akhir Sebuah Sandiwara
Bagian 17
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 81 Episodes
Comments