"Diminum dulu Pak, itu wedang jahe. Kata orang bagus untuk menghilangkan efek mabuk," ucap Lina.
Trian lantas mengambil cangkir yang ada di hadapannya. Ia meniup permukaan airnya sebelum diminum. Sensasi hangat langsung membasahi tenggorokkannya.
Telepon Trian kembali bergetar. Ibunya masih terus mencoba menghubungi meskipun belasan kali ia abaikan panggilannya.
"Pak, apa tidak sebaiknya diangkat? Mungkin saja ada hal penting," usul Lina. Ia juga risih sejak tadi melihat ponsel itu terus menyala.
Bukannya menerima telepon itu, Trian justru menonaktifkan ponselnya.
"Pak?" Lina keheranan dengan perbuatan Trian. Ia tak tahu seburuk apa hubungan antara ibu dan anak itu.
"Aku sedang tidak ingin berbicara dengan ibuku. Lagipula, aku sudah tahu apa yang mau dia bahas," ucap Trian.
"Tapi, bukankah itu tidak sopan? Anda akan dianggap tidak menghormati orang tua," tegur Lina.
"Aku menghormatinya dalam hal-hal tertentu. Tapi, saat ini aku sedang tidak ingin berbicara dengannya. Aku ingin berbicara denganmu."
Lina terdiam. Ia bahkan tak mampu membalas tatapan mata Trian yang terkesan serius.
"Apa tidak bahaya menyetir saat mabuk? Seharusnya Anda membawa sopir pengganti."
Trian mengulaskan senyum. "Kalau kamu mengkhawatirkanku, bolehkah aku menginap?" godanya.
Lina langsung membulatkan mata menatap Trian. "Pak, Anda berkunjung larut malam seperti ini saja pasti ada warga yang mengawasi apalagi kalau sampai Anda menginap di sini. Bisa-bisa kita digrebek!" gerutunya.
"Memangnya kenapa? Bukankah itu bagus? Kita pasti akan dinikahkan," ujar Trian sembari tertawa kecil.
"Kenapa Anda malah kelihatan bahagia?" tanya Lina heran melihat lelaki itu tertawa senang.
"Apa kamu tidak tahu alasannya? Perlukah aku memberitahu? Tidakkah kamu mengerti kalau aku ini menyukaimu?" Trian memasang wajah serius. Ia ingin Lina menganggap perasaannya sebagai sesuatu yang serius.
Lina tertegun sesaat. "Pak, Anda itu hilang ingatan."
"Memangnya orang yang hilang ingatan tidak boleh menyukai seseorang?" Trian mengerutkan dahi.
"Ya ... Bukan begitu .... Siapa tahu Anda memiliki seseorang yang Anda cintai sebelum hilang ingatan. Kalau suatu saat ingatan Anda kembali, pasti Anda akan sangat merasa bersalah."
"Sayangnya aku bukan tipe orang seperti itu. Aku lebih suka menatap masa depan dari pada terjebak dalam masa lalu."
Ucapan Trian membuat Lina tersenyum kikuk.
"Kalau kamu sendiri bagaimana? Apa kamu juga menyukaiku?" tanya Trian.
Lina kembali bimbang. Kemarin ia sudah berusaha untu…
Gairah Istri Kesepian
Bab 59: Bolehkah Aku Menginap?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 108 Episodes
Comments
Gabriel Orlando
kesabaran suami ada batasnya Melisa 😓
2026-08-18
0
Khoir Nisa
ibu serakah... bisakah di buang ke laut 😇😇😇
2025-01-16
2
Rosmawati Usman Fatban
keserakahan tidk membwa berkah
2024-12-13
0