Bian dan Zia masuk ke dalam kantin khusus kelas XII. Zia risih dan malu di tatap orang-orang yang sudah ada di sana. Bisik-bisik dengan arah pandangan tertuju pada Zia dan Bian.
Ditariklah tangan Zia, menuju satu meja di sudut - Bian menyuruh duduk.
Bian menatap tajam kesemua orang di kantin. Mereka jelas takut sama Bian. Lalu Bian pergi ke etalase makanan.
Bian perhatian sekali, makan untuk Zia sudah diperhitungkan dengan kondisi Zia yang habis sakit dan hari ini latihan dua sesi.
Kalau Zia belum kuat tidak harus ikut latihan, Zia bilang kuat.
Zia tersedak ketika mendengar Bian mengatakan - kalau nanti oleng lagi, ia sendiri yang tarik Zia biar berhenti latihan.
2026-03-30
0
anonim
Zia buru-buru minum. Bian menenangkan Zia. Lalu duduknya pindah di kursi sebelah Zia dan mengusap-usap punggung Zia.
Jadi bikin heboh, bisik-bisik muncul. Zia makin malu. Bian santai saja.
Zia bicara belum selesai, Bian memasukkan sesendok nasi di mulut Zia.
Zia tidak usah pikirin apa kata orang. Dan fokus makan. Bian santai sekali mengeluarkan kalimat-kalimat itu. Zia sendiri jantungnya berdegup terlalu kencang.
Comments
anonim
Bian dan Zia masuk ke dalam kantin khusus kelas XII. Zia risih dan malu di tatap orang-orang yang sudah ada di sana. Bisik-bisik dengan arah pandangan tertuju pada Zia dan Bian.
Ditariklah tangan Zia, menuju satu meja di sudut - Bian menyuruh duduk.
Bian menatap tajam kesemua orang di kantin. Mereka jelas takut sama Bian. Lalu Bian pergi ke etalase makanan.
Bian perhatian sekali, makan untuk Zia sudah diperhitungkan dengan kondisi Zia yang habis sakit dan hari ini latihan dua sesi.
Kalau Zia belum kuat tidak harus ikut latihan, Zia bilang kuat.
Zia tersedak ketika mendengar Bian mengatakan - kalau nanti oleng lagi, ia sendiri yang tarik Zia biar berhenti latihan.
2026-03-30
0
anonim
Zia buru-buru minum. Bian menenangkan Zia. Lalu duduknya pindah di kursi sebelah Zia dan mengusap-usap punggung Zia.
Jadi bikin heboh, bisik-bisik muncul. Zia makin malu. Bian santai saja.
Zia bicara belum selesai, Bian memasukkan sesendok nasi di mulut Zia.
Zia tidak usah pikirin apa kata orang. Dan fokus makan. Bian santai sekali mengeluarkan kalimat-kalimat itu. Zia sendiri jantungnya berdegup terlalu kencang.
2026-03-30
0
wahyu widayati
typo sekolah thor bukan kampus
2026-02-02
0