"Suer! Saya nggak apa-apain!" Wandra mengangkat dua tangannya pertanda bahwa ia menyerah.
"Hooeek!" Lagi-lagi Cia mengalami mual yang tak tertahankan.
"CIAAA!!" jerit sang ibu menghampiri dan memijat tengkuk leher anak gadisnya itu. "Maafin Ibu nggak bisa jadi Ibu yang baik buat kamu! Maafin Ibu udah ngajarin kamu perbuatan bejat kayak gini! Ibu mau kamu jadi anak baik berprestasi! Heeeeegh! Apa yang Ibu takutin selama ini akhirnya kejadian juga! Ibu nggak mau kamu kayak Ibu, Nak!" tangis dan racauan itu terdengar sangat jelas di telinga Cia dan Wandra.
Cia terdiam sejenak meski rasa mual dan pusing itu masih ada. Pandangannya melekat pada sang ibu. Perlahan air matanya menepik. Membasahi pipi yang sedari tadi penat muntah.
Cia juga nggak mau jadi kayak Ibu! (jerit Cia dalam benaknya)
"Kamu harus tanggung jawab!" tunjuk ibu Cia pada Wandra.
"Tanggungjawab apa? Saya nggak ngapa-ngapa ...."
"KAMU YANG BIKIN ANAK SAYA KAYAK GINI!" teriak ibu Cia penuh geram sembari menangis.
Ya, gue emang bikin Cia kayak gini, tapi gue nggak ngehamilin dia, Cok! (batin Wandra).
"Sekarang kamu jangan di rumah dulu. Kalau bapak kamu tau gimana, Ci?" Ibu Cia benar-benar berlarut dalam sejuta rasa yang membuatnya terus menangis.
Tiba-tiba bapak Cia datang dan menyeret anak tirinya itu untuk masuk rumah.
"Mas! Tunggu! Jangan, Mas!" pekik ibu Cia berusaha menahan.
Sementara Cia yang sudah lemas tak bertenaga, membiarkan tubuhnya terseret di tanah dengan pergelangan tangan yang rasanya seperti hampir patah. Sedangkan Wandra hanya bisa memperhatikan tanpa berbuat banyak.
"Dasar anak kurang ajar!" Buugh-
"AAARRGHHHHH! Ampun, Pak!" jerit Cia yang terdengar ke luar rumah. Beberapa tetangga mereka sampai ke luar demi memastikan apa yang terjadi pada keluarga tersebut.
"MAAASSSS!" teriak ibu Cia sembari menangis menggedor pintu rumah yang terkunci.
"ANAK LONT!" Buugh-
"PAAAAAK! AMPUN! SAAKIIIT!" teriak Cia yang kini terdengar sudah menangis.
"LO KIRA NGIDUPIN ANAK ITU GAMPANG?!" Buuugh-
Praaak-
Cia…
[1] 5th Avenue Brotherhood
21 Tapi ...
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 31 Episodes
Comments