"Eh, Pak. Boleh nggak ya saya izin untuk ikut ronda para pemuda di sini? Soalnya saya penasaran dan baru kali ini ingin berurusan dengan hal-hal mistis," ungkap Satria setelah berdiri di ruang tamu.
Andra berbalik badan yang harusnya sudah melangkah ke ruang tengah. "Sebenarnya boleh-boleh saja, Mas. Tapi, Mas Satria kan orang baru di sini. Takutnya nanti Masnya diincar, risikonya pun cukup berbahaya."
Ayahnya Ziva kembali melangkah masuk ke ruang tengah usai mengatakan pada Satria. Sementara Ziva yang duduk di sebelah posisi laki-laki itu melirik dengan wajah tak suka.
"Lo kalau mau cari mati jangan di sini. Udah untung disembunyikan dari semua itu, malah menyerahkan badan."
"Tapi, Ziv ... Aku cuma pengen tahu aja, emangnya salah?"
"Salah."
Begitu mendengar jawaban dari Ziva, Satria langsung duduk di sofa panjang lalu terdiam. Sampai dalam hitungan detik tiba-tiba Satria berteriak, "Arghh! Anak ini—"
Baru saja Ziva ketakutan bukan main, Satria seakan menolak sosok dalam tubuhnya, hingga kembalilah dirinya seperti semula. Meski dengan napas tercekat, keringat mulai bercucuran dan wajah sedikit pucat.
"Haah ... Astaghfirullah ... Sosok apa yang masuk ke aku?" tanya Satria berusaha menenangkan diri sendiri.
Sementara Ziva? Ia justru mendadak merasakan ada bulir panas membasahi pipinya. Karena panik, ia pun segera menghapusnya, walau Satria lebih dulu tahu.
"Eh, kamu kenapa? Kok nangis? Apa sempat diapain sama sosok itu waktu aku nggak sadar dalam hitungan detik?"
Ziva menggeleng kuat. Matanya menampilkan pecahan kaca yang siap remuk jika tadi Satria benar-benar hilang kesadaran karena tubuhnya diambil alih oleh sosok tak dikenal.
"Aku khawatir sama kamu. Kamu lagi-lagi dimasukin sosok jahat. Kenapa sih kamu nggak pasang pagar ghaib?" Pertanyaan Ziva setengah membentak membuat Satria menatapnya kasihan.
"Ziv, aku nggak kenapa-napa. Aku cuma nolak aja karena sosok itu masuk seenaknya terus kayak ada gerakan mau celakain kamu, makanya aku tolak."
Satria memberikan senyum…
Pencari Jejak Misteri
Pencari Jejak Misteri Baru | Bertaruh
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments