Malam semakin larut, angin berhembus begitu kencang. Langit yang bertabur bintang dengan cahaya bulan yang bersinar terang, mendadak berubah redup. Perlahan-lahan awan hitam mendekat. Dan menutup cahayanya, dalam kegelapan yang pekat itulah....tangan Lou yang lepas meraih rerumputan, terperosok ke bawah.
Untung saja, dia berhasil menjauhi bibir jurang yang curam. Dia ingin naik ke atas, berharap ada orang lewat dan menolong nya. Namun, nasib baik belum berpihak padanya. Rerumputan yang dia pegang, tidak sanggup menopang berat badannya. Dan akhirnya, braaaak....badan Lou jatuh ke bawah dan terguling-guling semakin dalam. Hingga membuatnya tak sadarkan diri.
Luka di tubuhnya pun semakin parah akibat gesekan ranting maupun bebatuan yang ada saat dia terjatuh dan terguling dari ketinggian. Namun dia masih bernasib baik, meskipun sedikit. Setidaknya, tubuhnya tidak jatuh ke jurang. Di mana, awal dia siuman tadi.
Lou semakin parah keadaannya. Rasa lapar, haus, dan kesakitan sudah tak dia rasakan. Dia terbaring seperti orang mati. Keesokan harinya, seorang kakek bersama cucu perempuannya sedang berkebun di sekitar tempat Lou terbaring pingsan. Sang cucu berteriak histeris, antara kaget dan ketakutan saat menemukan tubuh Lou dalam keadaan nggak karuhan.
"Kakeeeek!!! Ada mayaaat!!!"
Akibat jeritan keras sang cucu, Si Kakek pun berlari dengan gesit meskipun usianya tampak tua. Tenaganya seperti anak muda. Dilihat dari fisik dan kemampuan berlarinya, ilmu bela diri Si Kakek terlihat mumpuni.
"Di mana Helena??" Tanyanya begitu tiba di tempat sang cucu yang memiliki sebuah nama nan indah...'Helena'.
"I...i...itu Kakek!! Penuh luka dan darah, Lena nggak berani mendekat!!"
Jawaban yang sangat gugup dan ketakutan ditunjukan oleh Helena, sambil menunjuk ke tempat Lou terkapar tak berdaya. Sang Kakek pun memicingkan mata, dan menaikkan kedua alisnya. Beliau mengamati situasi yang terjadi di sekitarnya. Beliau menyelidiki, apakah semalam terjadi perampokan atau pembunuhan di tempatnya…
TUAN MUDA ANTAGA
19.Lou Sekarat
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 61 Episodes
Comments