"Apa yang tertulis dalam buku itu, aku tidak mengerti satu katapun sama sekali"
"Benarkah?"
Historia mengangguk-anggukkan kepalanya tanda tak mengerti, dia menggaruk kepalanya yang tak gatal. Tulisan dalam buku ini terlihat sedikit rumit.
"Ini adalah tulisan yang sering digunakan di duniaku dulu, aku rasa dunia kita memiliki tulisan yang berbeda."
"Jadi apa yang dituliskan dalam black pullet?"
Alissa menutup black pullet dengan cepat, dalam sekejap black pullet pun menghilang. Historia merasa bingung dengan apa yang dilakukan oleh Alissa, bukankah dia harus membacakan apa yang tertulis sehingga dia dapat mengetahui nya?
"Kenapa kamu tidak membacakannya?"
"Belum saatnya kamu tahu, saat ini rombongan mu harus menjauhi sosok Arsen dan prajuritnya. Mereka bukan tandingan kalian, nanti jika saatnya telah tiba dan kita bertemu. Aku akan menjelaskan semuanya kepada kalian"
"Tunggu!! Darimana kamu tahu bahwa aku memiliki rombongan?"
Alissa tersenyum dan melangkah menjauh dari Historia, perlahan tubuh Alissa menghilang menjadi kristal-kristal kecil yang beterbangan disapu oleh angin. Historia memandangi kepergian Alissa dengan tak percaya.
"Sampa jumpa lagi Historia"
Tiba-tiba Historia terbangun dari tidurnya, dia membuka matanya dengan melotot, keringat dingin menghiasi wajahnya. Historia menarik napas panjang, ia mencoba mengatur napasnya tak karuan sekarang. Setiap kali dia bertemu dengan Alissa dan ketika terbangun pasti akan selalu seperti ini, rasanya seperti berlari tanpa henti.
Mendengar suara napas Historia yang berat, Aldrich pun terbangun dari tidurnya. Aldrich sedari tadi sudah berada disamping tempat tidur Historia menemani dirinya tanpa rasa lelah. Aldrich menyentuh wajah Historia dengan lembut, ia memandangi Historia dengan khawatir.
"Apakah kamu baik-baik saja? Kamu bermimpi buruk?" Tanya Aldrich lembut
Historia menggelengkan kepalanya, Aldrich segera berdiri dan mengambil secangkir minuman untuk Historia. Historia menerima cangkir yang diberikan oleh Aldrich dan meminumnya hingga tak tersisa.
"Pelan-pelan, masih banyak air yang bisa kamu minum. Ada apa sebenarnya?"
"Tidak ada, aku hanya haus saja"
Aldrich tak percaya dengan ucapan Historia, dia pun mengelus rambut Historia dengan pelan dan berkata dengan lembut kepadanya.
"Kamu tidak bisa berbohong denganku, aku tahu kalau kamu sedang bermimpi sesuatu. Apakah itu mimpi buruk?"
Histor…
Membesarkan Seorang Penjahat Yang Tampan
Story Of Historia Chapter 37 : Angry
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 286 Episodes
Comments
Melani Cahya Hidayah
kasih rekomendasi Donk novel fantasi romantis time travel yang bagus dan udah tamat,biar enggak nunggu up soal e males ngulang baca,gampang lupa alur soalnya kalo nunggu updatan
2020-10-19
1
Reni Ardiana
smoga smua baik"saja 🤗
2020-09-11
1