"Apa yang kau ingin katakan, Elang?" tanya Dona panasaran.
Sikap Elang sangat berbeda, putra yang dilahirkannya 35 tahun yang lalu itu tampak sangat lesu. Dona menyadari pasti ada yang salah dengan pernikahan putranya. Baru saja ingin berdamai dengan keadaan dan menerima Amanda sebagai menantu ada saja hal yang mencegahnya.
"Aku memeriksakan kondisi kesehatanku," jawab Elang masih tidak menjawab pertanyaan Dona dengan gamblang.
"Lalu, apa yang terjadi padamu? Kamu sakit keras?" tanya Dona lagi.
Amanda yang memerhatikan ucapan Elang menjadi gugup. Perasaannya berubah menjadi tidak enak ketika Elang mengelurkan amplop dilabeli rumah sakit. Elang memberikan amplop tersebut pada sang Ibu.
"Aku memeriksakan kesuburanku. Setelah menerima hasil tes itu aku semakin yakin kalau anak yang ada dalam kandungan Amanda bukanlah anakku," jawab Elang.
Dengan tangan bergetar, Dona membuka amplop yang ada di tangannya. Dia melihat hasil pemeriksaan Elang dan menatap sang putra dengan wajah dipenuhi tanda tanya.
"Tidak mungkin, selama ini kamu sangat sehat, Nak. Tidak pernah merokok atau pun meminum alkohol secara berlebih. Tidak mungkin kamu tidak dapat memiliki anak," ujar Dona tidak mempercayai hasil tes yang ada di tangannya.
"Pada kenyataannya, itulah yang terjadi padaku, Ma. Cairan sp*rmaku tidak cukup baik untuk membuahi ovum. Jadi, besar kemungkinan kalau anak dalam kandungan Amanda bukanlah anakku," balas Elang pelan.
"Kamu pasti merekayasa ini semua, kan? Aku tidak percaya kalau kamu tidak dapat memiliki keturunan. Pasti kamu hanya ingin menceraikanku karena kamu melihatku bersama pria lain." Amanda tidak terima dengan semua yang diungkapkan oleh Elang.
Semua rencananya bisa hancur bila Elang menceraikannya. Apa yang akan dilakukan Alea bila mengetahui dia bercerai? Pasti Alea akan mencemoohku karena dicampakkan juga oleh Elang.
"Hasil tes kesuburanku menjelaskan semuanya, Amanda. Tidak mungkin aku merekayasa hasil kesehatanku sendiri. Tolong jangan berdalih lagi. Aku sudah…
Kau Rebut Suamiku, Kunikahi Kekasihmu
Bab 48
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 96 Episodes
Comments
Sumini Ningsih
mau apa kamu, mau minta maaf, dah telat
2025-04-11
2
Ds Phone
untuk apa
2025-04-08
0
Qaisaa Nazarudin
Diihh ngapain??? 🙄🙄🙄
2025-03-15
0