Bab 51
Menyadari ada sesuatu di taman yang remang-remang Pak Sanusi berteriak. Dia merasa ada orang di sana.
"Ada apa?" tanya Pak Sandi.
"Sepertinya ada orang di halaman," jawab Pak Sanusi.
"Apakah ada penyusup masuk ke sini?" tanya Pak Sandi.
"Bisa saja. Padahal ada dua orang satpam yang bertugas berjaga," jawab Pak Sanusi menggerutu.
"Ada apa, Pah? Ini aku!" Putri berdiri di halaman sambil melambaikan tangan.
Melihat ada Putri di halaman membuat Pak Sanusi dan Pak Sandi merasa heran. Karena saat ini sudah tengah malam.
"Kamu sedang apa di sana?" tanya Pak Sanusi. "Angin malam tidak baik untuk wanita hamil!"
"Tadi aku tidak bisa tidur. Jadi, jalan-jalan berkeliling halaman sambil melihat pemandangan langit malam," jawab Putri.
"Sudah sekarang kamu masuk!" titah Pak Sanusi.
Sementara itu Argani dan Roy berada di balik pohon mangga. Mereka di tarik ke sana oleh Putri dan menyuruhnya bersembunyi dahulu di sana sampai Pak Sanusi dan Pak Sandi masuk ke dalam.
Kedua orang itu sempat panik ketika kepergok oleh Putri. Mereka juga tidak tahu maksud wanita itu melakukan ini, seakan melindungi dari Pak Sanusi dan Pak Sandi.
Setelah sepuluh menit berlalu, Argani dan Roy segera kabur dari sana. Beruntung mereka tidak ketangkap basah malam ini.
Begitu pulang ke rumah, Andhira sedang duduk di sofa ruang depan bersama dengan Papa Bagas. Mereka menunggu kepulangan Argani.
"Mas." Andhira memeluk Argani dengan perasaan bahagia. Dia merasa sejak tadi merasa gelisah karena suaminya terlalu lama pergi.
"Bagaimana?" tanya Papa Bagas.
"Kita gagal masuk ke dalam rumah, tapi berhasil mendapatkan bukti baru," jawab Argani. "Hanya saja kita harus cari orang yang bisa membaca gerak bibir. Karena jarak kita sama mereka agak jauh, jadi tidak begitu jelas apa yang sedang mereka bicarakan."
"Sepertinya papa dulu punya kenalan yang bisa bahasa isyarat dan bisa membaca gerak bibir seseorang. Tapi, papa lupa siapa nama aslinya. Coba kalian cari orang yang bernama "Kunti" di departemen pendidikan kabu…
Menikah Dengan Duda Loyo
Bab 51. Kepergok
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments
Arwondo Arni
semoga Andhira,bpknya dan kel argani terhindar dr kejahatan mahluk serakah itu. semoga putri sadar dan menjadi baik membela adiknya
2024-12-16
2
Rusmini Rusmini
mungkin semua pengusaha di NT mo di bunuh sm pak sanusi dan pak sandi biar mrk berdua yg kaya sendiri
2025-01-13
1
Nar Sih
masih bingung dengan sikap putri ...ada apa kira,,
2024-12-16
3