Semenjak pertemuan di kafe itu, Alex tak pernah menemui Naura lagi. Seminggu telah berlalu. Mungkin sedang mencari cara untuk menggugatnya. Akta perceraian mereka telah keluar dan Naura telah mengirimkan pada pria itu.
Saat ini perusahaan telah di pegang Naura. Hanya saja Alex dan ibunya masih berada di rumah mereka dulu. Lagi pula Naura juga masih berpikir untuk tinggal di sana. Banyak kenangan pahit.
Matahari mulai meredup di ufuk barat, menggantikan sinarnya dengan warna jingga yang memikat di langit. Naura menatap jam di pergelangan tangannya, menyadari bahwa hari sudah larut. Dia baru saja menyelesaikan pekerjaan di kantornya — pekerjaan yang menumpuk seharian ini membuatnya merasa lelah, tetapi ada rasa antusiasme yang tak bisa ia sembunyikan. Hari ini adalah hari istimewanya, ulang tahunnya!
Sejak perusahaan kembali dia ambil alih, banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan. Dia terutama memeriksa keuangan kantor.
“Selamat ulang tahun, Naura!” gumamnya pada diri sendiri, sambil tersenyum kecil. Ia membereskan barang-barang di meja kerja dan mengenakan jaketnya.
"Ulang tahun kali ini akan sangat berbeda, karena kamu sudah menjadi Naura yang berbeda," gumam Naura pada diri sendiri.
Saat Naura melangkah keluar dari gedung perkantoran dan merasakan angin sore yang sejuk, pikirannya melayang kepada Rasya, teman dekatnya yang selalu membuat harinya lebih ceria. Rasya adalah sosok yang humoris dan penuh perhatian. Meskipun demikian, Naura tidak pernah berpikir lebih jauh tentang Rasya—terutama di hari istimewanya seperti ini.
Sesampainya di rumah, Naura membuka pintu dengan menghayal sebuah kejutan akan menunggunya. Namun, ketika pintu terbuka, pandangannya disambut dengan suasana hening yang biasa saja. “Huff, ternyata aku memang jomblo,” dia berkata sambil tertawa kecil pada diri sendiri.
Namun, saat Naura melangkah masuk dan menutup pintu, terdengar teriakan serempak, “Surprise!”
Jantung Naura berdegup kencang, dia terkejut melihat Lina dan beberapa teman dekatnya di kantor berdiri mengelilingi meja yang dipenuhi makanan dan kue ulang tahun. Lina memang bekerja di perusahaannya saat ini. Sebagai asistennya. Tadi gadis itu memang izin pulang duluan. “Oh, wow! Kalian ternyata merencanakan ini!” serunya dengan mata berbinar, menahan rasa hangat di dadanya.
“Selamat ulang tahun, Naura! Ayo, tiup lilinnya!” Lina berteriak dengan semangat, meng…
Pembalasan Istri : Aku Yang Dianggap Boneka
Bab Lima Puluh Enam
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 68 Episodes
Comments
Kotin Rahman
ttep smgat Mama Reni.....ceritanya bgus cma akir" ini yg komen mulai menurun ya Mam 🤔🤔🤔🤔
kok jdi ketar ketir dengan lina ya.....karna sakit hati jngn smpe merusak prtemanan klian ya lin....kan si rasya jga gk cinta ama kmu jdi udah iklasin aja 😞😞😞😞😞
2024-12-17
0
ken darsihk
Untuk Lina perlu di ingat cinta tak selama nya harus memiliki , dan semoga kamu bukan semacam teman yng menusuk teman nya dari belakang
Masih ada cinta yng lain jadi tetap 💪💪
2024-12-17
1
Sunaryati
Lima cinta itu tsk bisa dipaksakan, Terima kenyataan bahwa Rasya mencintai Naura. Ikhlaskan Rasya bahagia dengan Naura. Buka hatimu untuk yang lain Author sudah menyiapkan jodoh yang baik untukmu
2024-12-17
0