"Sayang...kok mas ditinggal sih."Ucap Arya,menyusul Laura yang sudah lebih dulu masuk ke dalam kamar.
Laura langsung naik ke atas kasurnya dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Ra...kamu udah ngantuk yaa."Ucap Arya lagi,ia sudah berada di belakang Laura,membelai lembut pundak Laura.
Tapi Laura menepis tangan Arya.
"Sayang...kenapa?,ada yang salah sama mas?,apa mas tadi salah bicara yaa,ngomong dong,mas benar-benar gak tau nih."Ucap Arya lagi.
Arya merasa bingung dengan tingkah Laura,tapi ia yakin,jika Laura sedang merajuk.
Arya pun langsung memeluk Laura dari belakang,kemudian Arya berbisik dan mengucapkan kata maaf,meskipun dirinya tidak tau,letak kesalahannya dimana.
Beberapa detik kemudian,Laura berbalik,keduanya saling berhadapan dalam posisi tidur menyamping.
"Maafin mas yaaa."Ucap Arya.
"Aku kesal sama mas Arya,mas Arya tuh seperti gak mendukung Rangga jadian sama Citra."Balas Laura.
Arya merasa gemas melihat cara Laura merajuk dan juga berbicara,Laura berbicara sambil cemberut,memajukan bibirnya,membuat Laura tampak lucu dan juga menggemaskan di mata Arya.
"Aku dukung kok sayang...yaudah,kalo gitu nanti aku akan bikin mereka berdua sering ketemu,aku bikin pertemuan mereka senatural mungkin".
"Tapi kalo aku udah melakukan hal itu,dan mereka gak jadian,kamu jangan marah sama mas yaa,soalnya itu kan sudah diluar kendali mas,sayang..."Ucap Arya.
Laura langsung tersenyum lebar,Arya membalas senyuman Laura.
...****************...
Rangga dan juga Citra baru saja keluar dari gedung bioskop,keduanya baru saja selesai menonton film bersama.
"Kita makan malam dulu ya Cit.Gak papa,kan?".
"Ini udah masuk waktu makan malam soalnya."Ucap Rangga lagi.
"Iya gak papa..."Jawab Citra.
Setelah itu,Citra mengikuti langkah Rangga,menuju salah satu restauran yang berada di dalam mall.
Meskipun mereka berjalan bersama,tapi Citra tetap menjaga jaraknya dengan Rangga,ia tidak ingin Rangga menganggapnya seperti wanita gampangan.
...****************...
"Kamu baru pulang,sayang?"Tanya Dika,saat melihat Cintya baru saja masuk ke dalam rumah mereka dan hendak melewati Dika begitu saja di ruang televisi.
"Iya mas...aku ke kamar dulu yaa,mau bersih-bersih."Jawab Cintya.
Setelah itu dirinya langsung berjalan ke arah kamarnya,tanpa menunggu jawaban dari Dika.
Dika memandangi punggung Cintya yang mulai hilang,karena masuk ke dalam kamar mereka.
Sedikitpun Dika tidak merasa curiga terhadap Cintya,meskipun beberapa hari terakhir ini,Cintya mulai sering terlambat pulang.
Karena meskipun begitu,Dika tidak menemukan perubahan dalam diri Cintya yang patut ia…
Dikhianati Lelaki Mokondo,Dinikahi CEO Bucin
Bab 64
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 148 Episodes
Comments
Siti solikah
semoga Rangga dan citra berjodoh
2025-03-01
1