Keesokan harinya
Arlina sudah berada di Academy. Luka yang didapatkan paska pertandingan kemarin mulai mengering. Baru saja memasuki gerbang dirinya sudah disambut dua temennya yang tak lain Ghea dan Aluna. Selama berjalan banyak tatapan tak suka kearah mereka terutama kepada Arlina.
"Lihat deh udah masuk aja. "
"Palingan dia hanya pura-pura sakit aja kemarin. Biar diperhatiin sama pangeran. "
"Lagian sok pahlawan banget sih. Paling juga bom kemarin bohongan. "
"Aku tidak percaya dehh kalau Arlina itu adiknya kak Jargan. "
"Aku juga tidak percaya. "
"Gara-gara dia pertandingan berhenti. Kenapa sih dia harus ada di academy ini? Bikin risih aja lihatnya. "
"Tau sok kecakepan banget. "
Mendengar ucapan itu Arlina mencoba bersabar meski dihati dia merasakan panas. Beda halnya dengan Ghea dan Aluna yang emosi. Namun karena tatapan dari sahabatnya itu mereka menahannya demi Arlina.
Melihat tidak ada tanggapan dari Arlina membuat anak-anak semakin tidak suka.
"Dih sombong banget. "
"Iya, Kenapa dia tidak mati saja! "
BRAKK
Sontak murid yang tadi bergosip terkejut karna gebrakan Arlina yang kebetulan mereka berada dikantin.
"Kau bilang apa hah! Kau ingin aku mati. Kenapa? Apa masalah kalian hah! " ucap Arlina dingin dan tatapan tajamnya.
Melihat tatapan tajam Arlina membuat orang-orang yang membicarakan tentangnya tadi diam seketika.
"Kenapa diam? Ayo ngomong! Tadi aja kalian ngomongin yang tidak-tidak tentangku. Sekarang katakan padaku, Apa masalahmu hah! " bentak Arlina.
Aluna dan Ghea juga jengkel. Mereka emosi.
"Ayo ngomong! Kenapa kalian bisu kaya gini. " timpal Aluna.
"Kok diem, tadi ada semangat banget jelek-jelekin Arlina. Sekarang kenapa diam hah! " bentak Ghea yang emosi.
Mereka semua diam tanpa ada yang berniat berbicara ataupun membalasnya.
"Dengar aku baik-baik. Ini peringatan terakhir dariku. Jika kalian berani mengatakan buruk dan sampai kalian diluar batas jangan salahkan jika sampai aku mengambil nyawa kalian! " ancam Arlina
Mendengar itu mereka menunduk t…
THE WAR PRINCESS
Tertembak
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments