"Assalamualaikum." Ucap Langit saat masuk ke ruangan ICU untuk menemui Pak Bandi yang terlihat sudah membuka matanya.
"Wa'alaikumsalam, Nak Langit." Sahut Pak Bandi dengan suara yang hampir tak terdengar.
Langit berjalan mendekat dan berdiri di dekat Pak Bandi, langit memakai pakaian steril yang di haruskan di pakai saat masuk ruang ICU.
"Bagaimana keadaan Bapak?" Tanya Langit seraya menggenggam tangan Pak Bandi.
"Seperti yang kamu lihat, Bapak tidak menyangka kalau akan seperti ini." Jawab Pak Bandi.
"Apa sebelumnya Bapak sering merasakan sakit?" Tanya Langit.
Pak Bandi menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Kenapa Bapak diam saja? Kenapa Bapak ngga langsung periksa ke dokter?" Tanya Langit.
"Atau Bapak sebenarnya tau kalau Bapak sakit, hanya saja bapak tidak mau memberitahu keluarga Bapak." Sambung Langit.
"Bapak takut Cheesy sedih nak." Jawab Pak Bandi.
"Jadi sebenarnya Bapak sudah tau penyakit yang Bapak derita?" Tanya Langit dan Pak Bandi kembali menganggukkan kepalanya.
"Astaghfirullah, kenapa Bapak diam saja? Kalau kita tau lebih awal kita masih bisa mengobatinya Pak." Ucap Langit menyesali apa yang di lakukan Pak Bandi yang lebih memilih diam saat tau tentang penyakitnya.
"Bapak tidak mau membuat Cheesy sedih Nak." Jawab Pak Bandi.
"Tapi kalau seperti ini, Cheesy pasti sangat sedih dan merasa bersalah karena dia tidak sempat mengobati penyakit Bapak." Ucap Langit.
"Bapak tidak apa apa Nak, Bapak sudah ikhlas, tapi Bapak bingung bagaimana hidup Cheesy nantinya tanpa Bapak." Ucap Pak Bandi yang sudah pasrah namun masih memikirkan nasib Cheesy.
"Nak, jujur Bapak sangat ingin melihat Cheesy menikah, tapi Bapak takut umur Bapak tidak akan sampai." Sambung Pak Bandi.
"Husttt, Bapak jangan bilang seperti itu. Bapak harus sembuh, Bapak akan menemani Cheesy selamanya sampai Cheesy menikah dan punya anak." Ucap Langit.
"Bapak tidak yakin Nak." Ucap Pak Bandi.
"Bapak harus semangat untuk sembuh, demi Cheesy." Ucap Langit mencoba memberi Pak Bandi semangat.
"Nak lang…
Merindukan Pelangi Saat Hujan
Permintaan terakhir
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 52 Episodes
Comments