"Buka aja kalau mau tau," kata Dimas.
"Tar dulu deh! Saya nggak bisa nerima ini. Kalau sampai ketahuan istri bapak terus saya disangka pelakor gimana?" tanya Alena. "Ambil balik!"
Dimas melongo tak percaya dengan apa yang didengar. Dia tak habis pikir bertemu gadis yang terlalu jujur dan nyablak macam Alena.
"Pak? Ambil lagi nih, saya nggak mau jadi pelakor!" tutur Alena lagi karena Dimas malah diam seribu bahasa.
"Bukannya kamu mau tau kenapa kulitku begini?" tanya Dimas.
"Hah?" Alena menarik kembali paper bag yang sudah disodorkan pada Dimas, lalu melihat isi di dalamnya. "Ini?"
"Kamu baca aja aturan pakainya, udah kutuliskan di kertas."
Alena tampak berpikir sejenak, lalu tersenyum lebar. "Terpaksa saya terima ya, Pak. Tapi jangan bilang saya yang minta sama istri Bapak loh."
Dimas menghela napas panjang. Rasanya energi dalam tubuh tersedot begitu banyak kalau harus meladeni Alena yang terlalu frontal.
"Saya masuk ya, Pak! Makasih!"
Alena masuk dengan langkah hati-hati. Beberapa orang yang kebetulan berpapasan dengan Alena menanyakan perihal kaki gadis tersebut. Ada yang biasa saja karena sekedar basa basi, ada juga yang berubah khawatir dan bingung sendiri harus membantu bagaimana. Pun begitu, ada juga yang malah tersenyum meledek seolah senang dengan kemalangan yang menimpa Alena.
"Kakimu kenapa?" tanya Risma melihat Alena kesulitan untuk duduk. Refleks dia memegangi tangan Alena khawatir terjatuh.
"Kemarin kecelakaan, Mbak. Kakiku lecet dikit," jawab Alena. "Makasih."
"Yakin lecet doang? Perbannya kok panjang gitu?"
"Ha ha ha ... Lecetnya emang panjang, tapi nggak dalem."
"Oh, syukurlah. Nanti kalau butuh apa-apa bilang aku aja, kamu pasti susah gerak dengan kondisi kaki begitu," kata Risma.
Alena mengangguk dengan menyimpan banyak tanya di benaknya. Apa ini yang disebut muka dua? Pertanyaan itulah yang terus menerus muncul di pikiran Alena.
"Ah, sudahlah. Aku nggak mau pusing-pusing mikirin hal nggak penting," gumam Alena.
Tiba-tiba Alena mencium aroma maskul…
Dendam Berlian
Sebuah pesan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 44 Episodes
Comments