Di padang rumput gurun, lima orang sedang berdiskusi bagaimana rencana mereka ke depannya. Christine sudah menjelaskan pada semua orang, menurut Michelle tak ada solusi mencari sarang musuh dengan berjalan kaki.
"Kita mati langkah!" ucap Esther tak mempunyai ide sama sekali.
"Kata siapa tak ada jalan?"
Tiba-tiba suara seseorang yang dikenali Esther terdengar dari luar tenda, mereka semua yang ada di dalam tenda langsung tertegun dengan wajah ketakutan.
"Esther! Itu suara ibumu!" desis Olivia.
Esther menggiigit bibirnya tak berdaya, dia sepertinya sudah ketahuan oleh sang Ibu.
"Kalian semua keluar lah!" Keyra duduk di sebuah kursi lipat yang sudah disediakan anak buahnya, meski wajahnya sudah semakin menua namun aura wanita itu tak pernah luntur jika sedang berada dalam mode serius.
Dengan jantung berdetak kencang, Esther keluar dari tenda. Ia diikuti oleh Ethan, Olivia, Oliver dan Christine.
"Mom, kenapa ada disini?" Esther melangkah ragu-ragu ke arah ibunya.
Keyra duduk dengan menyilangkan kakinya, tangan bersedekap dengan wajah tak terbaca. "Seharusnya Mommy yang tanyakan itu pada kalian semua, kenapa kalian ada disini? Bukankah kalian akan pergi ke pegunungan di kota ini, untuk penelitian sebuah tumbuhan langka... tugas dari kampus?"
Glek!
Esther menelan salivanya dengan susah payah, dia pikir sudah bisa mengelabui ibunya. Ternyata memang benar, tak ada yang bisa lepas dari pengawasan Keyra.
"I-itu..." suara Esther terasa berat.
Ethan maju lalu menarik tubuh gadis yang ia cintai itu ke belakang tubuh tingginya untuk melindungi sang wanita pujaan dari amukan Keyra.
"Maaf, Bibi. Aku lah orang yang harusnya disalahkan, aku yang mengatur rencana agar kami bisa pergi kesini. Jangan salahkan Esther." bela Ethan.
Dalam hatinya Keyra merasa senang dengan pembelaan Ethan pada putrinya, menandakan lelaki itu sangat gentleman dan bisa dipercaya.
"Apa alasan kalian semua berbohong?" Keyra menatap satu persatu kelima anak-anak di depannya.
Olivia maju, dia mengepalkan tangann…
Pembalasan Saudari Kembar
Chapter - 80.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments
Piet Mayong
hadehh butuh berdarah darah dulu ya Vin baru kau bisa buka mulut, tapi yah butuh energi sih bisa mengakui suatu kesalahan .... good job Mimi...
2025-03-14
1
Tiara Bella
udh vin gk ush bersandiwara lg....hadapin Sera tanpa sandiwara ...hadapin sm mimi
2025-03-14
1
Ilfa Yarni
aaa aku sedih ga bisa komentar fikiranku buntu semoga kalian kembali LG nersama
2025-03-14
1