Arlan melihat ke arah Thalita yang memperhatikan wanita itu yang sejak tadi mengeluarkan pendapatnya mengenai hubungan Anindya dan Kavindra.
"Jadi aku berharap kamu tidak mengharapkan apapun dari Anindya. Lagi pula Anindya adalah adik iparmu dan aneh sekali jika kamu mengharapkan sesuatu dariku, walau kamu yang mengenalnya terlebih dahulu," ucap Thalita.
"Jangan sok tahu dan terlalu berpikiran seperti itu. Aku bahkan tidak punya niat apapun kepada mereka berdua," ucap Arvin.
"Walau dari wajahmu terlihat tidak sinkron dengan apa yang kamu ucapkan, tetapi aku sangat berharap hati kamu benar-benar tidak punya niat untuk semua itu," ucap Thalita.
Arlan menghela nafas dan menghadap Thalita dengan kedua tangannya yang berada di saku celana.
"Aku melihat sekarang kamu sudah tidak takut lagi kepadaku?"
"Biasanya bertemu denganku wajahmu tampak panik dan seolah aku akan menangkapmu saat itu juga, suaramu juga akan bergetar penuh dengan ketakutan. Lalu sekarang kau terlihat begitu tenang," ucap Arlan.
"Karena aku memang bukan buronan dan kenapa juga aku harus takut padamu," jawab Thalita yang kembali berbicara gugup.
Karena Arlan sudah mengatakan seperti itu tidak bohong bahwa Thalita mulai panik bagaimanapun dia tetap saja kepikiran tentang masa status hukumannya yang sebenarnya sudah beberapa kali dikatakan Kavindra bahwa dia bukanlah buronan yang tidak akan terlibat.
"Hah!"
Mendengarnya membuat Arlan mendengus kasar dengan tersenyum miring.
"Apa yang lucu?" tanyanya dengan mengerutkan dahi
Di tengah pembicaraan mereka berdua yang tiba-tiba saja Celia lewat begitu saja dan tampak sedih.
"Ma!" panggil Arlan mengerutkan dahi melihat ibunya itu yang sepertinya ada sesuatu bahkan terlihat menyeka air matanya.
"Aku kesana sebentar," ucap Arlan yang langsung berpamitan yang membuat Thalita hanya mengangguk saja.
"Apa dia sedang mengancam ku tentang masalah status hukumanku. Lalu bagaimana jika terus menjadikan itu senjata. Tidak, aku bukan buronan dan kenapa juga aku harus takut padanya. Aku tidak peduli apapun yang dia katakan," ucap Thalita yang berusaha tenang dan padahal dia tetap saja kepikiran.
Arlan yang akhirnya menghampiri Celia duduk di salah satu bangku yang berada di luar Restaurant. Celia terus saja menangis yang diberikan Arlan tisu sembari menenangkan ibunya itu.
"Mungkin memang Anindya yang pertama kali bertemu dengan Kavindra, tetapi Mama tidak menyangka jika Kavindra akan mengatakan seperti itu. Mama seolah punya orang kedua baginya dan bahka…
Kesucian Istri Tuan Arrogant
Episode 116
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 144 Episodes
Comments
Heny
Mm celia yg slh paham mksud Anin anak nya jng terlalu dimanja
2025-07-15
0
Meyma Chamie
wataknya sering tukar2 ya thor
2025-07-08
0
Syafrinal Endri
lanjut Thor yg banyak bab nya
2025-04-20
0