Bukan Hari Yang Buruk 2

"Ibu u... Ayaaaah!. Cepatlah kemari, kami akan terlambat" ucap Alika memanggil kedua orang tuanya di depan pintu.

"Oh baiklah.. Baiklah nak. Tunggu tunggu!" Jawab sang ibu dari dalam rumah.

"Kak, apakah Kakak belum pernah dengar apa yang hampir dikatakan ayah tadi?" tanya Joo Rio.

"Tentang apa?" tanya Alika.

"Itu, mengenai roh jahat. aku sudah pernah dengar hal itu dari teman-temanku sebelumnya kak." Jelas Joo Rio.

"Argh, kamu jangan bicara sembarangan!!, memangnya kenapa kalau ada roh jahat di dunia ini?. Apa kamu takut?!" tanya Alika dengan tegas.

"Ah, tentu saja tidak kak!. Tapi... Aku hanya takut melihat seorang wanita yang pendiam di sekitar sini katanya dia cantik tapi..."

belum selesai Joo Rio berucap. tiba tiba kedua tangan melayang ke arah telinga kedua nya

"Aaaa... Aaaa.. Sakit! Sakit!" ucap Joo Rio dan Alika.

"Masih mau lanjutkan apa yang hampir dikatakan ayahmu tadi hah??, Ibu tidak akan melepaskan tangan ini meskipun Telinga kalian akan lepas!" Tegas ibu sambil menarik kedua telinga anaknya satu persatu.

"Argh tidak! Tidak Bu.. maaf!!" ucap keduanya sambil memegang telinga yg di tarik oleh ibu.

Tiba tiba...

suara sepatu terdengar dari kejauhan yang semakin dekat menuju jalan di depan gang rumah di ikuti dengan angin yang berhembus. hentakan itu seakan-akan berjalan semakin dekat menghampiri mereka. Ibu, Alika Dan Joo Rio terdiam dan menantikan suara itu. Dan pelan pelan munculah sepatu karet putih, seorang wanita yang memakai Rok plisket, di padu dengan baju hoodie dan topi hoodie menutupi kepalanya juga sebagian wajahnya karena longgarnya baju dan topi tersebut. Headset untuk menutupi telinganya. wanita tersebut berjalan seperti dalam tatapan kosong. Seketika situasi ini menghentikan tindakan ibu yang sedang mengomeli kedua anaknya termaksud Joo Rio dan Alika yang juga terdiam sejenak sembari menunggu suara jejak kaki tersebut.

tiba tiba...

"Ada apa?" bisik Joo Han di tengah-tengah termenung nya keluarga itu yang membuat semuanya kaget.

"Hah!!" teriak semuanya

"Ih kak Joo Han bikin kaget aja sih!! Tegas Alika.

"Iyah, munculnya kayak roh jahat saja!" tegas Joo Rio kepada Joo Han. sang ibu pun kaget mendengar perkataan Alika itu sembari menutup mulut dan melihat ke arah wanita misterius yang menghentikan langkahnya tepat di depan gerbang rumah Joo Han. Dan Ketika akan menoleh ke arah mereka, sang ibu bergerak cepat untuk membalikkan badan anak-anaknya termaksud Joo Han agar tidak menatap atau melihat kearah wanita tersebut.

"Assalamu'alikum, selamat pagi Bu" sapa Lee Ya kepada ibu Joo Han sambil tersenyum tipis.

Iyah, namanya adalah Lee Ya, seorang wanita muda misterius yang berumur 22 tahun dan sebentar lagi ia akan menyelesaikan masa studinya di bangku perkuliahan.

"Oh, Wa. Alaikum sa..salam, I.. Iyah se...se lamat pagi juga nak Lee Ya" jawab ibu Joo Han dengan suara terbata-bata dan sedikit gemetar sembari tersenyum dengan terpaksa seperti sedang menahan ketakutan. Namun hal itu tidak membuat wanita cantik dan misterius itu tersinggung. Ia pun melanjutkan langkahnya dan meninggalkan keluarga itu. Kejadian itu pun membuat Joo Han penasaran yang sedari tadi melirik sedikit kepada wanita itu, mencoba untuk melihat sosok Lee Ya si wanita misterius. Namun, ia tak dapat melihat jelas sosok rupa wanita itu.

"Huufff haa!! Astaga!! jantung ibu hampir copot! Hah.. hah.." ucap ibu dengan nafas yang terengah-engah seperti habis lari maraton sambil memegang dada.

"Hey! kalian tidak melihat matanya kan tadi? Atau melihat rupa wajahnya kan? tidak kan?" tegas ibu kepada anak-anaknya untuk memastikan. Joo Rio dan Alika hanya menggeleng dan saling menoleh satu sama lain. Namun tidak dengan Joo Han ia hanya penasaran dan bertanya kepada ibunya

"Ah ibu kenapa seperti ini?. Ada apa dengan wanita tadi sebenarnya dan kenapa kami tak boleh melihatnya?. Bahkan aku pun sebagai pria dewasa juga dilarang untuk melihatnya?."

Ucap Joo Han. Hal ini membuat ibu menoyor kepala Joo Han, Ia tampak sedikit kesal akan pertanyaan Joo Han.

"Hmm... Hmm.. Astaga anak ini! Lihatlah dirimu yang semangat dengan rasa penasaran itu!. Sudah jangan banyak tanya!. Bergegaslah ke sekolah nanti kalian terlambat" jawab ibu (sambil memberikan tangan kepada anak-anaknya yang hendak berangkat ke sekolah). "Dan kamu?.. apakah kamu ingin kehilangan pekerjaanmu lagi hah??" tegas ibu kepada Joo Han.

"Nggak Bu" dengan nada kesal sambil menundukkan sedikit kepala.

"Kami berangkat ya ayah! ibu!" tegas Joo Rio dan Alika.

"Iyah hati-hati di jalan yaa nak, ingat belajar yang baik dan ingat pesan ibu tadi!!" ucap ibu dengan nada keras.

"Baik, Bu!" ucap Joo Rio dan Alika.

Dalam perjalanan menuju terminal bus Joo Han bertanya-tanya dengan semua bayang-bayang yang ada dalam pikirannya mengenai tindakan ibunya dan sosok wanita misterius tersebut. Ia sangat kebingungan dan penasaran akan hal itu. ketika tiba di terminal bus, tanpa sadar di samping Joo Han ada Lee Ya yang juga sedang menunggu Bus untuk ke kampus tempat ia kuliah.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!